Hari Jamu Nasional, Warisan Herbal Nusantara yang Terus Dilestarikan

  • 24 Mei 2026 17:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap tanggal 27 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Jamu Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur berupa jamu tradisional.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran jamu sebagai minuman herbal khas Indonesia yang telah digunakan secara turun-temurun untuk menjaga kesehatan.

Hari Jamu Nasional pertama kali dicanangkan pada 27 Mei 2008 oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Penetapan tersebut dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali eksistensi jamu di tengah perkembangan pengobatan modern sekaligus menegaskan jamu sebagai kearifan lokal asli Indonesia.

Jamu dikenal sebagai ramuan tradisional yang terbuat dari bahan alami seperti kunyit, jahe, temulawak, daun-daunan, hingga rempah-rempah pilihan. Selain dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, jamu juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.

Peringatan Hari Jamu Nasional tidak hanya bertujuan melestarikan budaya minum jamu, tetapi juga mendorong pengembangan industri herbal nasional. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus mendukung inovasi produk jamu agar mampu bersaing di pasar internasional tanpa meninggalkan nilai tradisional yang dimiliki.

Kini, jamu semakin dikenal dunia setelah diakui sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Melalui peringatan Hari Jamu Nasional, generasi muda diharapkan semakin bangga dan tertarik untuk mengonsumsi serta melestarikan jamu sebagai identitas budaya sekaligus kekayaan kesehatan alami Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....