Nilai Gizi Opor Ayam, Menu Wajib saat Lebaran

  • 23 Mar 2026 05:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Opor ayam menjadi salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idulfitri. Sajian berbahan dasar ayam dan santan ini dikenal dengan cita rasa gurih serta kaya rempah, sehingga identik dengan momen kebersamaan keluarga.

Secara kuliner, opor ayam merupakan masakan tradisional Indonesia yang populer di berbagai daerah, termasuk di Palangka Raya. Hidangan ini terbuat dari ayam yang dimasak dengan santan serta bumbu seperti serai, lengkuas, dan ketumbar, serta biasanya disajikan bersama ketupat saat Lebaran.

Dari sisi gizi, opor ayam mengandung sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Protein dari daging ayam berperan dalam menjaga massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh.

Secara gizi, opor ayam mengandung protein hewani dari daging ayam yang bermanfaat untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Selain itu, terdapat pula kandungan mineral seperti zat besi dan fosfor yang mendukung fungsi tubuh.

Namun, penggunaan santan sebagai bahan utama menjadikan opor ayam tinggi lemak jenuh. Ahli gizi dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Raissa Edwina Djuanda, mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan bersantan saat Lebaran.

“Sebaiknya konsumsi kuah bersantan dibatasi,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari ANTARA. Ia menjelaskan, konsumsi santan berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, kolesterol tinggi, hingga diabetes.

Opor ayam tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran di Indonesia. Meski kaya rasa dan nilai budaya, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengonsumsinya.

Dengan memperhatikan porsi dan keseimbangan gizi, hidangan khas ini tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan. Dengan demikian momen Lebaran pun dapat dirayakan dengan lebih aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....