Makna Ketupat dan Langkah Mudah Membuatnya

  • 21 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ketupat merupakan salah satu simbol kuliner yang sangat lekat dengan perayaan Idulfitri di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras ini dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur) dan kemudian direbus hingga matang. Lebih dari sekadar hidangan, ketupat memiliki makna filosofis yang dalam dan telah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun di berbagai daerah.

Secara etimologis, kata ketupat sering dikaitkan dengan istilah dalam bahasa Jawa, yaitu ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan. Hal ini sejalan dengan semangat Idulfitri sebagai momen saling memaafkan. Bentuk anyaman ketupat yang rumit juga melambangkan berbagai kesalahan manusia, sementara isi beras putih di dalamnya mencerminkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Selain itu, janur sebagai pembungkus ketupat memiliki makna tersendiri. Janur dipercaya melambangkan kesucian dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, proses memasak ketupat yang cukup lama menggambarkan perjalanan spiritual manusia dalam mencapai kebersihan hati dan kesabaran dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi kuliner, ketupat biasanya disajikan bersama berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati. Teksturnya yang padat namun lembut membuatnya cocok menyerap kuah dan bumbu, sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang kaya. Tidak heran jika ketupat selalu menjadi menu wajib saat hari raya.

Cara membuat ketupat sebenarnya cukup sederhana, meskipun membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menganyam janur. Langkah pertama adalah menyiapkan janur yang masih segar, kemudian dianyam menjadi bentuk kotak khas ketupat. Anyaman ini harus cukup rapat agar beras tidak keluar saat dimasak, namun tetap memiliki celah untuk mengembang.

Setelah anyaman selesai, beras yang telah dicuci bersih dimasukkan ke dalamnya hingga sekitar setengah atau dua pertiga bagian saja. Hal ini penting karena beras akan mengembang saat dimasak. Selanjutnya, ketupat direbus dalam air mendidih selama kurang lebih 4 hingga 5 jam hingga benar-benar matang dan padat.

Setelah matang, ketupat diangkat dan ditiriskan, lalu digantung agar airnya benar-benar keluar. Proses ini juga membantu ketupat menjadi lebih tahan lama. Dengan memahami makna dan cara pembuatannya, ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan, kesabaran, dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....