Perbedaan Teler dan Es Campur
- 31 Jan 2026 09:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya- Es teler dan es campur sering dianggap sama karena sama-sama berupa minuman dingin berisi aneka isian.
Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari segi sejarah, komposisi, hingga cita rasa.
Perbedaan inilah yang membuat es teler dan es campur memiliki penggemar setia masing-masing di berbagai daerah Indonesia.
Es teler dikenal sebagai minuman yang relatif lebih muda secara sejarah. Minuman ini dipopulerkan pada awal 1980-an dan bahkan pernah memenangkan lomba kreasi minuman.
Nama teler sendiri merujuk pada sensasi segar dan nikmat yang membuat penikmatnya merasa ketagihan setelah menyeruputnya.
Dari sisi isian, es teler biasanya memiliki komposisi yang lebih spesifik dan seragam.
Bahan utamanya adalah alpukat, kelapa muda, dan nangka, yang kemudian disiram dengan santan, susu kental manis, serta sirup. Kombinasi ini menghasilkan rasa yang dominan gurih dan manis dengan tekstur lembut.
Sementara itu, es campur memiliki karakter yang jauh lebih beragam. Sesuai namanya, es campur berisi campuran berbagai bahan yang bisa berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Isian es campur dapat berupa kolang-kaling, cincau, tape singkong, agar-agar, biji selasih, hingga potongan buah musiman.
Perbedaan lain yang cukup menonjol terletak pada kuah atau pemanisnya.
Es campur umumnya menggunakan sirup merah, gula cair, atau air gula sebagai pemanis utama, sehingga rasanya cenderung lebih segar dan ringan. Santan tidak selalu menjadi komponen wajib, tergantung selera penjual dan tradisi setempat.
Dari segi tampilan, es teler biasanya terlihat lebih sederhana dan elegan dengan warna alami dari buah-buahan.
Sebaliknya, es campur tampil lebih meriah dengan warna-warni isian yang mencolok, mencerminkan keberagaman bahan di dalamnya. Tampilan ini sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Meski memiliki perbedaan, es teler dan es campur tetap menjadi pilihan favorit untuk melepas dahaga, terutama di cuaca panas.
Keduanya mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia yang kreatif dan adaptif terhadap selera masyarakat. Pada akhirnya, pilihan antara es teler dan es campur kembali pada selera masing-masing penikmatnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....