Makanan Tradisional Dayak Kalimantan Tengah yang Unik

  • 29 Nov 2025 08:06 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Kekayaan kuliner Dayak Kalimantan Tengah mulai mencuri perhatian publik setelah beberapa hidangannya diperkenalkan melalui festival budaya dan konten perjalanan.

Makanan tradisional yang berbahan dasar hasil hutan, rempah lokal, serta teknik memasak alami menjadi daya tarik tersendiri. Warisan kuliner ini tidak hanya menggambarkan kemampuan bertahan hidup masyarakat Dayak, tetapi juga kedekatan mereka dengan alam Borneo.

Salah satu hidangan yang paling dikenal adalah Juhu Umbut Rotan, sayur khas yang menggunakan pucuk rotan muda sebagai bahan utama.

Setelah dibersihkan dan direbus hingga empuk, umbut rotan dimasak bersama ikan atau daging, lalu diberi bumbu sederhana. Meski memiliki rasa pahit ringan, hidangan ini justru menjadi ciri khas yang dicintai masyarakat lokal dan membuat wisatawan penasaran mencobanya.

Kuliner lain yang tak kalah unik adalah Juhu Singkah, yaitu masakan berbahan batang keladi atau talas yang dimasak dengan santan dan rempah.

Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuatnya menjadi salah satu menu rumahan masyarakat Dayak.

Untuk mengurangi rasa gatal khas talas, masyarakat menggunakan teknik perendaman tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Selain beragam hidangan berkuah, masyarakat Dayak Kalimantan Tengah juga memiliki teknik memasak khas bernama Pansoh, yaitu mengolah daging ayam atau ikan dalam batang bambu.

Makanan dimasukkan ke dalam bambu bersama bumbu, lalu dibakar di atas api. Metode ini memberikan aroma bambu yang kuat sekaligus mempertahankan kelembutan daging, menjadikannya salah satu kuliner favorit di acara adat dan penyambutan tamu.

Para Pengamat budaya menilai bahwa meningkatnya perhatian terhadap kuliner Dayak Kalimantan Tengah merupakan peluang besar bagi sektor pariwisata.

Dengan dokumentasi yang baik, kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner, serta promosi digital, makanan tradisional seperti juhu umbut rotan, singkah, dan pansoh dapat menjadi identitas gastronomi yang membanggakan.

Upaya pelestarian ini diharapkan mampu menarik generasi muda agar terus menjaga keberlanjutan kuliner leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....