Asal Usul Telur Asin
- 07 Okt 2025 11:21 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Telur asin sudah lama dikenal sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang sederhana namun menggugah selera.
Makanan ini identik dengan rasa gurih dan tekstur lembut pada bagian kuning telurnya.
Namun, tahukah Anda bahwa telur asin ternyata memiliki sejarah panjang dan jejak budaya yang menarik.
Asal usul telur asin diyakini berasal dari Tionghoa kuno, di mana masyarakat pada masa itu mengawetkan telur bebek menggunakan garam dan tanah liat untuk memperpanjang masa simpannya.
Teknik ini kemudian dibawa ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia, dan mengalami adaptasi sesuai selera lokal.
Di Indonesia, telur asin mulai populer dari daerah Brebes, Jawa Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai “kota telur asin” karena kualitas telur bebeknya yang baik dan proses penggaramannya yang khas.
Masyarakat Brebes menggunakan campuran abu gosok, tanah liat, dan garam untuk membungkus telur, lalu mendiamkannya selama dua minggu hingga garam meresap sempurna.
Menurut Dewi Kartika, telur asin merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal mampu bertahan di tengah modernisasi.
“Telur asin itu bukan sekadar makanan, tapi bentuk inovasi masyarakat untuk menjaga bahan pangan tetap awet tanpa teknologi canggih. Menariknya, cita rasanya tetap bisa diterima dari generasi ke generasi,” ujar Dewi, seorang pembeli telor asin.
Keistimewaan telur asin Brebes terletak pada rasa gurih alami tanpa bahan pengawet, serta warna kuning telur yang oranye cerah dan sedikit berminyak.
Dari sinilah telur asin kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dengan variasi rasa, mulai dari original, panggang, hingga rasa bawang atau rempah.
Selain rasanya yang lezat, telur asin juga memiliki nilai gizi tinggi. Kandungan protein dan mineral di dalamnya membantu menjaga energi tubuh, menjadikannya pilihan lauk praktis bagi banyak orang.
Tak hanya dihidangkan bersama nasi, kini telur asin juga diolah dalam berbagai kreasi modern seperti keripik telur asin, roti, hingga saus kekinian.
Dari dapur tradisional hingga meja makan modern, telur asin membuktikan bahwa cita rasa lokal bisa bertahan dan beradaptasi dengan zaman.
Sederhana namun berkelas, kuliner ini terus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....