Amparan Tatak, Kue yang Selalu Ada di Bulan Ramadan
- 17 Mar 2025 16:53 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Amparan tatak, salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan yang selalu ada di setiap bulan Ramadan. Terbuat dari tepung beras, santan, telur, dan pisang, kue ini memiliki tekstur lembut, rasa manis, dan gurih yang menggugah selera.
Banyak penjual di pasar ramadhan menawarkan Amparan Tatak sebagai hidangan berbuka puasa, menjadikannya favorit di kalangan masyarakat. Selain itu, kue ini juga melambangkan tradisi dan kekayaan kuliner Kalimantan yang harus terus dilestarikan.
Salah seorang penjual kue di Pasar Ramadan, Ana, mengaku bahwa rasa manis gurih santannya yang enak, menjadikan Amparan Tatak favorit di kalangan masyarakat Kalimantan. “Untuk rasa enak, gurih, manisnya apalagi lemak santannya itu yang bikin dia enak apalagi ini khas Kalimantan Selatan kan dijual di Kalimantan Tengah,” ucap Ana, Senin (17/3/25).
Penamaan Amparan Tatak berasal dari bentuk kue pada saat penyajian. Dimana pada proses pembuatan kue, adonan diletakkan ke dalam wadah berupa loyang besar berbentuk bulat. Ketika sudah matang, kue ini disajikan dalam bentuk hamparan beralaskan daun pisang dan di'tatak' atau dipotong-potong untuk disajikan.
Zaman dahulu kue Amparan Tatak disajikan untuk kaum bangsawan dari Kerajaan Banjar dan Daha. Namun, saat ini Amparan Tatak bisa dinikmati oleh siapa saja dan biasanya hadir saat ada acara-acara besar oleh suku Banjar.
Proses pembuatan kue ini terbilang sederhana, namun tidak boleh sembarangan. Beberapa orang percaya bahwa pembuatan kue ini tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Jika pantangan ini dilanggar, maka kue yang dihasilkan akan menjadi tidak enak, serta warna dan bentuk juga tidak menarik.
Salah seorang penjual kue Amparan Tatak yang akrab dipanggil Mama Upik, mengatakan bahwa ia sudah berjualan kue ini selama hampir 30 tahun. Menurutnya, kue Amparan Tatak adalah kue yang selalu menjadi primadona setiap bulan Ramadan.
“Kalau masalah kue begini kan itu khas zaman dulu, khas Banjar asli. Jadi termasuk favorit lah,” kata Mama Upik.
Selama bulan Ramadan, banyak penjual di pasar Ramadan yang menawarkan Amparan Tatak. Kue ini tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian pembeli dari luar daerah.
Jajanan manis ini selalu hadir untuk mengisi aneka jualan makanan di pasar pada saat bulan Ramadan. Teksturnya yang lembut serta rasanya yang didominasi manis dan gurih membuat kue ini menjadi sajian buka puasa yang pas dan banyak dicari masyarakat saat memilih menu untuk berbuka puasa.
Seiring perkembangan zaman, Amparan Tatak tidak kalah populer dibandingkan makanan modern lainnya.
Penjual Amparan Tatak, Ana, mengaku kue ini memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak kalah dengan makanan modern. “Mungkin udah ciri khasnya ya. Ciri khas di bulan Ramadan dan cuma ada di bulan Ramadan. Jadi tidak kalah dengan makanan modern,” ucap Ana.
Salah seorang warga Palangka Raya, Nuryani, yang merupakan penggemar Kue Amparan Tatak juga mengaku kue ini tidak ada tandingannya sejak dulu. Sebab, setiap bulan Ramadan, Amparan Tatak jadi salah satu hidangan yang selalu ia cari.
“Ya tidak ada saingannya. Memang dari dulu ciri khas kalau bulan puasa pasti itu yang dicari,” ucap Nuryani.
Amparan tatak bukan sekedar makanan, tetapi juga melambangkan tradisi dan warisan kuliner masyarakat Kalimantan. Kue ini sering disajikan dalam berbagai acara dan perayaan, menambah nilai sosial dan budaya dalam setiap gigitan. Dengan segala keunikan dan kelezatannya, Kue Amparan Tatak terus menjadi favorit di bulan Ramadhan, memperkaya pengalaman berbuka puasa bagi banyak orang. (Erika Fitriyani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....