Dirut BEI Mengundurkan Diri, Operasional di Daerah Tetap Berjalan
- 30 Jan 2026 22:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, menegaskan bahwa pengunduran diri Direktur Utama BEI tidak berdampak pada operasional bursa maupun aktivitas perdagangan efek, termasuk di daerah. Menurutnya, manajemen BEI akan menjalankan seluruh prosedur yang telah diatur dalam dokumen tata kelola perusahaan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Proses transisi kepemimpinan dipastikan berjalan sesuai mekanisme internal guna menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar. “Secara kelembagaan, BEI memiliki sistem dan tata kelola yang kuat. Operasional bursa, termasuk layanan kepada investor di Kalimantan Tengah, tetap berjalan normal dan aman,” ujar Stephanus, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia juga mengimbau para investor agar tetap tenang dan rasional dalam menyikapi dinamika yang terjadi di tingkat nasional. Stephanus menegaskan bahwa pasar modal memiliki mekanisme pengawasan serta mitigasi risiko yang terus berjalan, baik dari internal BEI maupun otoritas terkait.
“Kami mengajak investor untuk tetap fokus pada tujuan investasi jangka panjang serta memanfaatkan informasi yang kredibel. BEI Kalimantan Tengah terus berkomitmen memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, BEI memastikan seluruh proses pergantian pimpinan akan berlangsung secara transparan dan akuntabel, sejalan dengan prinsip good corporate governance, demi menjaga kepercayaan publik terhadap Pasar Modal Indonesia. Pengunduran diri Direktur Utama BEI tersebut tidak terlepas dari kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir hingga memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt.
Pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 sore, IHSG ditutup di level 8.320, anjlok 659,67 poin atau minus 7,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Selanjutnya, pada Kamis, 29 Januari 2026 sore, IHSG kembali ditutup melemah di level 8.232, turun 88,35 poin atau minus 1,06 persen, setelah sempat tertekan hingga level 7.481 pada siang hari.
Namun, pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026 pagi, IHSG dibuka menguat di level 8.308. Lima menit kemudian, indeks kembali menanjak 1,62 persen atau 133 poin ke level 8.365.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....