Cara Mengatasi Pen9iiiyakit Tanaman Cabai
- 21 Sep 2024 15:30 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya : Cabai adalah komoditas pertanian yang kerap dijumpai di kehidupan sehari-hari. Selain biasa dipakai untuk urusan sajian, cabai juga memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti penurun berat badan, pencegah jantung dan pembantu detoks.
Sama halnya dengan sejumlah tanaman hortikultura lainnya, cabai memerlukan perawatan yang serius agar panennya maksimal. Bila tak diperhatikan dengan benar maka penyakit berpotensi menyerang tanaman ini.
Terdapat berbagai macam hama dan penyakit yang bisa merusak tanaman cabai. Berikut beberapa penyakit tanaman cabai dan cara mengatasinya :
1. Layu Fusarium
Daun tampak layu mulai dari bagian bawah lalu menguning hingga ke atas menuju ranting muda. Bagian yang terkena infeksi penyakit ini akan tertutup hifa putih layaknya kapas. Jika terserang saat masih pertumbuhan, buah tetap dapat dihasilkan. Namun jika penyakit sudah merambah wilayah batang, cabai-cabai muda akan berguguran.
Cara mengatasinya cabut dan musnahkan tanaman yang terserang. Manfaatkan agen antagonis Trichoderma spp dan Gliocladium spp bersamaan dengan pemupukan dasar dan gunakan fungisida sesuai anjuran sebagai langkah terakhir.
2. Layu Bakteri Ralstonia
Jika penyakit sebelumnya disebabkan cendawan, layu bakteri ralstonia diakibatkan bakteri Pseudomonas solanacearum. Penyakit ini ditularkan melalui tanah, benih, bibit, sisa tanaman, pengairan, nematoda atau alat pertanian.
Jika tanaman cabai tua terserang maka bagian yang akan layu pertama kali adalah daun sisi bawah dan jika menyerang tanaman cabai muda akan layu akan terlihat bermula di daun bagian atas tanaman.
Selain gejala layu, ketika akar atau batang tanaman cabai dipotong melintang dan dicelupkan ke dalam air, terdapat indikasi khusus. Tatkala dicelupkan, akan tampak adanya cairan keruh koloni bakteri yang keluar dan melayang di air menyerupai kepulan asap.
Beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni:
- Cabut dan musnahkan tanaman yang sakit.
- Manfaatkan agen antagonis Trichoderma spp dan Gliocladium spp yang diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan dasar.
- Gunakan bakterisida sebagai alternatif terakhir.
3. Virus Kuning
Biasa disebut penyakit bule atau bulai. virus kuning menyebabkan tanaman cabai tampak terlihat menguning yang diakibatkan virus gemini yang dibawa dari benih atau biji dan ditularkan kutu. Oleh karena itu pengendalian harus dilakukan sejak awal yakni dengan memilih bibit unggul tahan serangan virus. Di samping tentunya dengan memberantas hama vektornya, seperti kutu.
Hal yang bisa dilakukan:
Mengendalikan hama vektor virus kuning, seperti kutu kebul (Bemisia tabaci) dengan memanfaatkan musuh alaminya seperti Menochilus sexmaculatus.
4. Bercak Daun
Gejala tanaman cabai yang terkena bercak daun adalah kemunculan bercak bulat berwarna cokelat pada daun biasanya berukuran sekitar 1 inci dengan pusat berwarna pucat sampai putih dengan tepi berwarna lebih tua. yang disebabkan oleh jamur Cercospora capsici, penyakit ini bisa dibawa angin, air hujan, hama vektor, maupun alat pertanian. Adapun faktor pendukung bercak daun adalah kondisi lingkungan yang selalu hujan.
Adapun untuk mencegahnya dengan memilih benih yang sehat dan bebas patogen juga memperbaiki drainase dan pemilihan waktu tanam yang tepat juga perlu dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan serangan.
5. Busuk Buah Antraknosa
Gejala awal busuk buah antraknosa adalah munculnya bercak berwarna hitam, oranye dan cokelat. Luka yang timbul akan semakin melebar dan membentuk lingkaran konsentris berdiameter tiga puluh milimeter atau lebih dan buah akan berubah warna menjadi cokelat kehitaman dan membusuk.
Cara mengendalikannya adalah sebagai berikut:
- Bersihkan lahan dan tanaman sakit agar tidak menyebar.
- Gunakan fungisida sesuai anjuran sebagai alternatif terakhir.
- Sebelum mulai menanam cabai, pilih benih yang tahan terhadap penyakit.
- Penerapan kultur teknis berupa pergiliran tanaman, penggunaan benih sehat, dan sanitasi buah sakit perlu dilakukan.
6. Keriting Daun
Keriting daun atau mosaik adalah penyakit yang disebabkan Cucumber Mosaic Virus (CMV). Ini bisa menyebar dari satu tanaman ke lainnya akibat aktivitas serangga. Bila tanaman cabai terserang keriting daun dan pertumbuhannya menjadi kerdil dan ukuran daun lebih kecil.
Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit, pemusnahan tanaman cabai yang telah diserang perlu dilakukan. Adapun dalam rangka mencegahnya, pemilihan benih tahan virus dan pemupukan yang tepat dan baik perlu dilakukan. (sumber : detik.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....