Hari Meningitis Sedunia 2026, Tingkatkan Kesadaran Pencegahan

  • 05 Okt 2026 20:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Meningitis Sedunia diperingati setiap 5 Oktober sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang meningitis dan mendorong tindakan penanganannya. Peringatan ini dikoordinasikan oleh Meningitis Research Foundation dan menjadi bagian dari gerakan dunia menuju terbebas dari meningitis.

Dilansir dari laman Meningitis Research Foundation, meningitis merupakan peradangan pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang atau meninges. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur dan dapat menyerang siapa saja, kapan saja.

Meningitis menjadi kondisi darurat medis karena dapat berkembang dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Secara global, sekitar 2,5 juta orang terdampak meningitis setiap tahun, sementara sebagian penyintas dapat mengalami dampak jangka panjang.

Salah satu dampak yang dapat dialami penyintas adalah gangguan kesehatan seumur hidup, termasuk kehilangan pendengaran dan epilepsi. Data kampanye Hari Meningitis Sedunia menyebutkan satu dari lima penyintas meningitis bakteri dapat hidup dengan disabilitas jangka panjang.

Peringatan Hari Meningitis Sedunia juga mendukung Peta Jalan Global Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk Mengalahkan Meningitis pada 2030. Peta jalan tersebut menetapkan berbagai prioritas untuk mengurangi dampak meningitis dan menjadikannya bukan lagi ancaman kesehatan masyarakat.

Masyarakat dapat turut berpartisipasi dengan menyebarkan informasi mengenai meningitis melalui berbagai saluran komunikasi dan membagikan pengalaman orang yang pernah terdampak penyakit tersebut. Pada 5 Oktober 2026, kampanye juga mengajak masyarakat menyalakan cahaya pada pukul 20.30 waktu setempat sebagai simbol harapan dan penghormatan bagi mereka yang kehidupannya berubah akibat meningitis.

Hari Meningitis Sedunia menjadi pengingat bahwa pencegahan, kesadaran, serta penanganan yang cepat dapat membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa. Melalui kolaborasi masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai organisasi, upaya mewujudkan dunia bebas meningitis diharapkan semakin dekat pada 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....