Warna Darah Menstruasi Berubah, Ketahui Tanda Kesehatannya

  • 03 Okt 2026 17:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warna darah menstruasi dapat berubah sepanjang siklus dan kondisi tersebut umumnya normal. Perubahan warna dipengaruhi oleh kecepatan aliran darah serta lamanya darah berada di dalam rahim sebelum keluar dari tubuh.

Dilansir dari laman Healthline, darah menstruasi berwarna cokelat biasanya merupakan darah lama yang telah mengalami oksidasi dan lebih sering muncul pada awal atau akhir menstruasi. Sementara itu, warna merah tua dapat terlihat setelah seseorang berbaring karena darah berada lebih lama di dalam rahim sebelum keluar.

Darah berwarna merah terang umumnya menunjukkan darah yang masih segar dan mengalir dengan lebih cepat, terutama ketika menstruasi sedang deras. Adapun darah berwarna merah muda dapat terjadi ketika darah bercampur dengan cairan serviks atau cairan vagina, terutama saat aliran menstruasi lebih ringan.

Warna oranye dapat muncul ketika darah bercampur dengan cairan serviks dan dalam beberapa kondisi dapat berkaitan dengan infeksi. Sementara itu, darah atau cairan berwarna abu-abu bukanlah kondisi yang umum dan dapat menjadi tanda infeksi atau keguguran sehingga perlu mendapat perhatian medis.

Darah menstruasi berwarna hitam sering kali merupakan darah lama yang telah berada di dalam rahim lebih lama dan mengalami oksidasi. Namun, cairan berwarna hitam yang disertai bau tidak sedap, gatal, demam, atau nyeri panggul dapat berkaitan dengan infeksi dan perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Selain warna, tekstur darah menstruasi juga dapat berubah, termasuk menjadi lebih encer atau menggumpal. Gumpalan kecil umumnya dapat terjadi ketika lapisan rahim luruh, tetapi gumpalan berdiameter lebih dari sekitar 2,5 sentimeter, terutama jika disertai perdarahan berat, sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Perubahan warna darah menstruasi tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan karena variasinya dapat terjadi dari satu siklus ke siklus berikutnya. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika muncul perdarahan di antara menstruasi, siklus berubah secara signifikan, nyeri hebat, cairan berbau tidak sedap, atau perdarahan setelah menopause maupun selama kehamilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....