Mengenal Runner's Diarrhea, Gangguan Pencernaan saat Olahraga Berat

  • 16 Sep 2026 08:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Runner’s diarrhea merupakan kondisi yang dapat dialami seseorang ketika atau setelah melakukan aktivitas lari, terutama lari jarak jauh. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar lebih sering dan dapat disertai berbagai gangguan pencernaan lainnya.

Dilansir dari laman Healthline, sekitar 30 hingga 90 persen pelari dapat mengalami gangguan pencernaan akibat aktivitas olahraga. Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi olahraga berat dapat memengaruhi pergerakan dan penyerapan pada saluran pencernaan.

Selain diare, pelari dapat mengalami gejala berupa perut kram, mual, refluks asam, dan peningkatan produksi gas. Gejala tersebut biasanya muncul selama berolahraga dan dapat berlanjut hingga beberapa jam setelah aktivitas selesai.

Pola makan sebelum berlari juga dapat memengaruhi munculnya gangguan pencernaan tersebut. Beberapa pelari memilih mengurangi konsumsi makanan tinggi serat, lemak, protein, kafein, serta makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat dengan konsentrasi tinggi sebelum melakukan lari jarak jauh.

Pelari juga disarankan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi menjelang olahraga, termasuk makanan yang mengandung FODMAP atau pemanis buatan tertentu. Menghindari makanan yang diketahui memicu keluhan serta tidak mengonsumsi kafein menjelang berlari dapat membantu mengurangi risiko diare.

Kecukupan cairan menjadi hal penting karena diare dan keringat selama berlari dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Pelari dianjurkan menjaga asupan cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga, sementara minuman yang mengandung elektrolit dapat membantu mengatasi dehidrasi ringan.

Jika diare berlangsung selama 24 jam atau lebih, disertai tinja berdarah atau berwarna hitam, pingsan, maupun tanda dehidrasi berat, seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Apabila keluhan berulang dan mengganggu aktivitas lari, konsultasi dengan dokter, ahli gizi, atau dokter spesialis kedokteran olahraga dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....