Dibalik Rasanya yang Lezat Konsumsi Tetelan Daging Tetap Harus Dibatasi
- 10 Sep 2026 19:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tetelan daging menjadi salah satu bagian yang cukup digemari masyarakat karena teksturnya yang gurih dan mampu memberikan cita rasa kuat pada berbagai masakan, mulai dari bakso, soto, hingga sup.
Bagian daging yang biasanya terdiri dari potongan daging dan lemak ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Namun, di balik rasanya yang lezat, konsumsi tetelan perlu diperhatikan karena kandungan lemaknya dapat lebih tinggi dibandingkan potongan daging yang lebih rendah lemak.
Tetelan tetap dapat memberikan asupan protein apabila terdapat bagian daging di dalamnya. Protein sendiri dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan serta mempertahankan massa otot, daging sapi sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sekaligus mengandung zat besi dan vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Namun, bagian berlemak seperti tetelan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam makanan berbahan daging dapat menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang perlu menjaga kadar kolesterol.
Karena itu, porsi menjadi salah satu hal penting ketika menikmati tetelan. Masyarakat dapat mengombinasikannya dengan sayuran, buah, serta sumber protein lainnya agar pola makan tetap seimbang.
Pilihan cara memasak juga perlu diperhatikan. Mengolah makanan dengan cara direbus atau dikukus dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan menggoreng dengan banyak minyak atau memasaknya hingga hangus.
Bagi masyarakat yang memiliki kadar kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, atau kondisi kesehatan tertentu, konsumsi makanan tinggi lemak sebaiknya lebih diperhatikan dan disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan, pilihan daging dengan kadar lemak rendah hingga sedang lebih dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat.
Dengan demikian, tetelan bukan berarti harus sepenuhnya dihindari. Makanan ini tetap dapat dinikmati sebagai bagian dari keberagaman kuliner, selama porsinya tidak berlebihan dan diimbangi dengan makanan bergizi lainnya.
Kuncinya adalah menerapkan pola makan seimbang, memperhatikan jumlah konsumsi, serta memilih cara pengolahan yang lebih sehat agar kenikmatan tetelan tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....