Fakta Mengenai Mencuci Telur sebelum Dimasak

  • 07 Sep 2026 11:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebiasaan membersihkan bahan makanan sebelum diolah menjadi bagian penting dari penerapan sanitasi dapur di rumah tangga. Namun, kebiasaan mencuci cangkang telur segar menggunakan air mengalir sebelum dimasak ternyata justru menyimpan risiko kontaminasi bakteri yang membahayakan kesehatan. Pemahaman yang tepat mengenai tata cara penanganan telur menjadi hal krusial agar kualitas nutrisinya tetap terjaga secara aman.

Pakar keamanan pangan menjelaskan bahwa cangkang telur secara alami dilapisi oleh lapisan pelindung tipis bernama kutikula. Lapisan mikroskopis ini berfungsi menutup ribuan pori-pori kecil cangkang agar bakteri berbahaya seperti Salmonella tidak masuk ke bagian dalam telur. Mencuci cangkang dengan air dapat meluruhkan lapisan proteksi alamiah tersebut sehingga mempermudah kuman dan air kotor meresap ke dalam bagian kuning maupun putih telur.

Selain merusak lapisan kutikula, tekanan air dari keran juga berpotensi memercikkan bakteri dari permukaan cangkang ke peralatan dapur lain di sekitarnya. Percikan air kotor tersebut dapat menempel pada wadah makanan, meja dapur, hingga bahan masakan lain yang siap santap. Risiko kontaminasi silang ini kerap tidak disadari oleh masyarakat saat menyiapkan menu hidangan harian bagi keluarga.

Ahli gizi mengimbau masyarakat untuk cukup menyapu kotoran kering pada cangkang menggunakan kain lap atau tisu kering jika permukaan telur terlihat kotor. Apabila telur terpaksa harus dicuci karena kotoran yang menempel sangat tebal, proses pencucian wajib dilakukan menggunakan air hangat dan langsung dimasak hingga matang sempurna. Penyimpanan telur segar di dalam lemari es tanpa dicuci terlebih dahulu menjadi cara terbaik untuk mempertahankan kesegarannya.

Peningkatan wawasan mengenai keamanan pangan harian ini diharapkan dapat mencegah timbulnya gangguan kesehatan akibat kontaminasi bakteri pada makanan. Pengolahan bahan pangan dengan teknik yang benar menjadi kunci utama dalam menyajikan hidangan yang lezat sekaligus higienis. Dengan mengubah kebiasaan kecil di dapur, kesehatan seluruh anggota keluarga akan lebih terlindungi secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....