Kabut Asap Picu ISPA, Puskesmas Pastikan Obat Tetap Tersedia

  • 31 Agt 2026 21:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya menjadi keresahan tersendiri di masyarakat. Bahkan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palangka Raya meningkat seiring kondisi karhutla yang meluas di berbagai wilayah.

Kepala Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya, Hellyana, mengatakan ketersediaan masker, obat, hingga tabung oksigen masih cukup untuk sementara waktu. Namun, pihaknya juga terus menunggu pasokan dari Dinas Kesehatan untuk menangani pasien ISPA dan berbagai keluhan kesehatan di masyarakat.

"Untuk sementara ini ketersediaan masker di Puskesmas Bukit Hindu cukup. Sementara kita menunggu pasokan dari instalasi farmasi Dinas Kesehatan. Kemudian untuk obat untuk menghadapi kasus ISPA sementara ini cukup, untuk oksigen juga kita tersedia," katanya, Senin, 31 Agustus 2026.

Sementara itu, salah satu dokter umum di Palangka Raya, Dokter Ida Yosopa, mengatakan penting bagi masyarakat untuk mengetahui tanda-tanda ISPA. Jika keluhan batuk, sesak napas, dan demam berkelanjutan, masyarakat diimbau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Kondisi ketika dia hanya batuk, demamnya mungkin di bawah tiga hari ya masih bisalah kita minum obat dengan resep sendiri. Tapi ketika batuknya sudah lebih dari tiga hari dan batuknya terus-menerus, kemudian demamnya tinggi disertai dengan sesak napas, itu ya harus memerlukan bantuan tenaga ahlinya, yaitu dokter, dan juga ke faskes pertama untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya," katanya.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi udara memburuk akibat kabut asap. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan serta menjaga kondisi tubuh dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan. Dengan mengenali gejala ISPA sejak dini dan segera mendapatkan pemeriksaan ketika kondisi memburuk, risiko gangguan kesehatan yang lebih serius dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....