Pemanis Bebas Gula Xylitol Dikaitkan dapat Meningkatkan Risiko Jantung
- 27 Agt 2026 16:18 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemanis bebas gula xylitol tengah menjadi perhatian setelah penelitian terbaru menemukan adanya kaitan antara kadar xylitol dalam darah dan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular. Dilansir dari laman Everyday Health, penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Cardiology tersebut menunjukkan bahwa kadar xylitol yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian yang lebih besar.
Xylitol merupakan jenis pemanis yang banyak digunakan dalam produk bebas gula, minuman, permen, makanan panggang, hingga produk perawatan mulut. Bahan ini kerap dipilih sebagai alternatif gula karena memberikan rasa manis dengan jumlah kalori yang lebih rendah.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis data lebih dari 17.700 orang dari dua studi jangka panjang, yakni Canadian Longitudinal Study on Aging dan European Prospective Investigation into Cancer-Norfolk. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta dengan kadar xylitol darah tertinggi memiliki risiko kejadian kardiovaskular berat yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki kadar terendah.
Pada kelompok Canadian Longitudinal Study on Aging, risiko kejadian kardiovaskular utama tercatat 47 persen lebih tinggi pada peserta dengan kadar xylitol tertinggi setelah faktor seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan diabetes diperhitungkan. Sementara itu, pada kelompok EPIC-Norfolk, peningkatan risikonya mencapai 18 persen, meski para peneliti menegaskan bahwa jumlah konsumsi xylitol harian tidak dapat ditentukan secara pasti.
Salah satu dugaan yang diteliti berkaitan dengan kemampuan xylitol meningkatkan aktivitas trombosit, yaitu komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan. Jika trombosit menjadi lebih mudah menggumpal, kondisi tersebut secara teori dapat meningkatkan pembentukan bekuan darah yang berpotensi menghambat aliran darah menuju jantung atau otak.
Meski demikian, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa konsumsi xylitol secara langsung menyebabkan serangan jantung atau stroke karena temuan yang ada masih menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat. Para peneliti juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan jangka panjang xylitol terhadap kesehatan jantung.
Di tengah munculnya temuan tersebut, masyarakat dapat lebih memperhatikan label makanan dan minuman serta tidak menganggap semua produk bebas gula otomatis lebih sehat. Mengutamakan makanan yang minim proses dan pola makan seimbang dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan jantung, sementara penggunaan pemanis alternatif sebaiknya dipertimbangkan secara bijak sesuai kebutuhan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....