Mengenal Cycle Syncing, Bantu Sesuaikan Olahraga dengan Siklus Menstruasi
- 26 Agt 2026 23:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Cycle syncing merupakan pendekatan yang menyesuaikan aktivitas fisik dengan perubahan yang terjadi selama siklus menstruasi. Gagasan ini semakin populer karena perubahan hormon sepanjang siklus dapat memengaruhi energi, suasana hati, serta bagaimana tubuh merespons olahraga.
Dilansir dari laman Everyday Health, siklus menstruasi umumnya terdiri atas empat fase, yaitu menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal, yang masing-masing memiliki perubahan hormonal berbeda. Karena kondisi tubuh dapat berubah pada setiap fase, sebagian perempuan mencoba menyesuaikan jenis dan intensitas latihan berdasarkan kondisi yang dirasakan.
Pada fase menstruasi, ketika sebagian perempuan mengalami kram, kelelahan, atau ketidaknyamanan, olahraga dengan intensitas lebih ringan dapat menjadi pilihan. Aktivitas seperti berjalan, yoga, atau latihan dengan beban yang lebih rendah dapat dilakukan sesuai kemampuan tubuh, terutama ketika gejala menstruasi sedang terasa kuat.
Memasuki fase folikular hingga ovulasi, peningkatan energi yang dirasakan sebagian perempuan dapat dimanfaatkan untuk melakukan latihan dengan intensitas lebih tinggi. Latihan kekuatan, berlari, atau olahraga intensif dapat menjadi pilihan apabila tubuh terasa siap dan mampu menjalankannya.
Sementara itu, fase luteal terjadi setelah ovulasi dan menjelang menstruasi berikutnya, ketika sebagian perempuan dapat mengalami perubahan energi atau gejala pramenstruasi. Pada kondisi tersebut, mengurangi intensitas latihan atau memilih aktivitas yang lebih ringan dapat membantu menjaga kenyamanan tanpa harus menghentikan rutinitas olahraga sepenuhnya.
Meski demikian, penelitian belum memberikan bukti kuat bahwa setiap orang harus mengikuti pola latihan yang kaku berdasarkan fase menstruasi untuk memperoleh hasil kebugaran yang lebih baik. Siklus dan respons tubuh setiap perempuan berbeda, sehingga memperhatikan gejala, tingkat energi, serta kemampuan tubuh menjadi pendekatan yang lebih penting daripada mengikuti aturan cycle syncing secara ketat.
Dengan demikian, cycle syncing dapat digunakan sebagai cara untuk lebih memahami hubungan antara siklus menstruasi dan kondisi tubuh saat berolahraga. Alih-alih memaksakan latihan tertentu pada hari tertentu, perempuan dapat menjadikan pencatatan siklus dan respons tubuh sebagai panduan untuk menyesuaikan latihan secara fleksibel dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....