Ketahui Fakta dari 8 Mitos Kesehatan yang Masih Banyak Dipercaya
- 22 Agt 2026 22:55 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Berbagai mitos kesehatan masih sering dipercaya dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, meskipun tidak semuanya didukung oleh bukti ilmiah. Healthline menilai penting bagi masyarakat untuk memahami fakta di balik informasi kesehatan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan terkait kesehatan.
Dilansir dari laman Healthline, salah satu mitos yang populer adalah anggapan bahwa setiap orang harus minum delapan gelas air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Padahal, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh usia, berat badan, jenis kelamin, serta suhu lingkungan, sementara sebagian asupan cairan juga berasal dari makanan.
Mitos lainnya menyebutkan bahwa berada di luar rumah saat cuaca dingin dapat membuat seseorang langsung terserang flu atau pilek. Faktanya, penyakit tersebut disebabkan oleh virus, sedangkan kondisi dingin dan kering dapat membuat virus lebih mudah bertahan serta mendorong orang lebih sering berada di ruang tertutup yang padat.
Sarapan juga kerap disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari, tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan cenderung memiliki kualitas pola makan yang lebih baik, tetapi sarapan maupun tidak sarapan dapat menjadi pilihan yang sesuai selama asupan makanan secara keseluruhan tetap berkualitas dan bergizi.
| Baca juga: Mengenal Manfaat Bekam bagi Tubuh |
Mitos tentang kesehatan fisik juga muncul dalam anggapan bahwa seseorang harus mencapai 10.000 langkah setiap hari agar tetap sehat. Angka tersebut memang dapat menjadi target aktivitas yang baik, tetapi tidak berkaitan dengan hasil kesehatan tertentu secara khusus, sementara penelitian terbaru mengaitkan sekitar 7.000 langkah per hari dengan penurunan risiko sejumlah penyakit.
Ada pula anggapan bahwa membunyikan ruas jari dapat menyebabkan radang sendi atau membaca dalam pencahayaan redup akan merusak mata secara permanen. Kedua anggapan tersebut merupakan mitos karena membunyikan ruas jari tidak terbukti menyebabkan radang sendi, sedangkan membaca dalam cahaya redup lebih mungkin menyebabkan mata lelah sementara tanpa menimbulkan kerusakan permanen.
Mitos lain yang perlu diluruskan adalah vaksin flu dianggap dapat menyebabkan flu, berenang setelah makan dipercaya meningkatkan risiko tenggelam, serta hubungan urutan minum bir dan minuman beralkohol dianggap menentukan beratnya mabuk. Faktanya, vaksin flu menggunakan virus influenza yang tidak aktif, berenang setelah makan tidak terbukti meningkatkan risiko tenggelam, sedangkan tingkat mabuk lebih dipengaruhi oleh jumlah alkohol yang diminum daripada urutannya; selain itu, kehamilan tetap dapat terjadi saat menstruasi meskipun peluangnya lebih rendah.
Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi kesehatan yang beredar dan tidak langsung mempercayai klaim tanpa mengetahui kebenarannya. Memahami fakta berdasarkan bukti ilmiah dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....