Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kompetensi Tenaga Medis di Kalteng

  • 02 Agt 2026 23:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Tengah memerlukan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, pemanfaatan teknologi medis, serta kolaborasi antar tenaga kesehatan. Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Siloam Clinical Symposium 2026 yang diikuti dokter spesialis dan dokter umum dari berbagai fasilitas kesehatan di Kalimantan Tengah.

Mengusung tema "Exploring New Frontiers in Modern Healthcare: Bridging Expertise Through Collaboration", kegiatan berlangsung di M Bahalap Hotel, Palangka Raya. Siloam Clinical Symposium 2026 diikuti dokter spesialis dan dokter umum dari berbagai fasilitas kesehatan di Kalimantan Tengah.

Simposium menghadirkan empat pakar nasional sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS(K), M.Kes., IFAANS, spesialis bedah saraf konsultan neuro-onkologi; dr. Perwira Bintang Hari, Sp.OT., Subsp.O.T.B(K), spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan tulang belakang; Dr. dr. Kukuh Dwiputra Henrugrahanto, Sp.OT., Subsp.P.L(K), konsultan panggul dan lutut; serta dr. Noor Akbar, Sp.BS, spesialis bedah saraf. Para peserta mendapatkan pembaruan ilmu mengenai perkembangan terkini di bidang bedah saraf, ortopedi, teknologi medis, hingga pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam penanganan pasien.

Selain menjadi ajang berbagi pengalaman klinis, simposium juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi kedokteran, serta penguatan kapasitas tenaga medis di daerah. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Ketua IDI Kota Palangka Raya, dr. Togar Sibarani, mengatakan kegiatan ilmiah seperti ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Kalimantan Tengah. “Meskipun Siloam Hospitals telah dikenal memiliki standar pelayanan yang tinggi dengan dukungan teknologi medis modern, namun saya harapkan kualitas pelayanan tetap bergantung pada kompetensi, keterampilan, empati, dan komitmen para dokter dalam melayani pasien,”ucapnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Sementara itu, Direktur Siloam Hospital Palangka Raya, dr. Indriyani Wijaya, menegaskan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar tinggi bagi masyarakat Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. “Saat ini ada sebanyak 57 tenaga pelayanan di rumah sakit Siloam yang bekerja secara kolaboratif untuk memberikan pelayanan yang akurat, cepat, dan tepat, sekaligus memperkuat edukasi kesehatan yang mudah dipahami masyarakat, terutama terkait penanganan kegawatdaruratan saraf,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Tengah melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Rus'ansyah, menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh tenaga medis yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui berbagi ilmu pengetahuan. “Melalui pembangunan di sektor kesehatan, diharapkan dapat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena luas wilayah dan tantangan geografis yang dimiliki Kalimantan Tengah, membutuhkan layanan kesehatan cepat, aman, dan merata,” ujarnya.

Rus'ansyah menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kolaborasi antara rumah sakit, organisasi profesi, pemerintah, dan pemanfaatan teknologi kesehatan guna meningkatkan akses layanan spesialis unggulan di Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan Siloam Clinical Symposium 2026, diharapkan transfer pengetahuan bagi tenaga kesehatan dapat terus berlangsung sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....