Tujuh Tanda Bau Mulut, Indikasikan Masalah Kesehatan Tubuh Serius
- 20 Jul 2026 11:05 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bau mulut atau halitosis tidak selalu disebabkan oleh sisa makanan atau kurang menjaga kebersihan gigi. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, salah satu penyebab bau mulut yang paling umum adalah penyakit gusi dan penumpukan bakteri di rongga mulut. Bakteri menghasilkan senyawa berbau tidak sedap sehingga menjaga kebersihan gigi, lidah, dan gusi menjadi langkah penting untuk mencegah halitosis.
Mulut kering juga dapat memicu bau mulut karena produksi air liur berkurang. Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan bakteri secara alami sehingga kekurangannya membuat bau tidak sedap lebih mudah muncul.
Gangguan pada saluran pernapasan seperti infeksi sinus, radang tenggorokan, atau batu amandel juga dapat menyebabkan napas berbau. Kondisi tersebut memungkinkan lendir, bakteri, atau sisa jaringan menumpuk dan menghasilkan aroma yang tidak sedap.
Masalah pada sistem pencernaan, termasuk penyakit refluks asam lambung atau GERD, dapat menjadi penyebab halitosis yang menetap. Asam lambung yang naik ke kerongkongan membawa bau khas sehingga napas terasa kurang segar meskipun sudah menyikat gigi.
Beberapa penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan ginjal, dan penyakit hati, juga dapat mengubah aroma napas seseorang. Misalnya, diabetes yang tidak terkontrol dapat menimbulkan bau napas seperti buah, sedangkan gangguan ginjal dapat menghasilkan bau menyerupai amonia.
Apabila bau mulut berlangsung terus-menerus meski kebersihan mulut telah dijaga dengan baik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi atau tenaga medis. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu menemukan penyebab utama sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....