Mabuk Perjalanan Muncul saat Mata dan Telinga Mengirim Informasi Berbeda ke Otak
- 09 Jul 2026 19:39 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Mabuk perjalanan atau yang dikenal secara medis sebagai kinetosis merupakan kondisi yang sering dialami seseorang saat bepergian menggunakan kendaraan. Kondisi ini terjadi akibat adanya konflik sinyal yang diterima otak dari berbagai sistem sensorik tubuh sehingga memicu gejala seperti mual, pusing, hingga muntah.
Mabuk perjalanan muncul ketika mata, telinga bagian dalam, dan bagian tubuh yang mendeteksi posisi serta gerakan memberikan informasi yang berbeda kepada otak. Saat mata melihat lingkungan di sekitar kendaraan dalam kondisi relatif stabil, sementara telinga bagian dalam menangkap adanya gerakan, otak mengalami kesulitan menyelaraskan informasi tersebut dan memunculkan respons berupa rasa tidak nyaman.
| Baca juga: Menjaga Kesehatan Mulut saat Puasa |
Gejala yang muncul tidak hanya berupa rasa mual dan muntah, tetapi juga dapat disertai sakit kepala, pusing, keringat dingin, hingga tubuh terasa lemas. Kondisi ini terjadi karena sistem saraf merespons konflik informasi tersebut sebagai bentuk gangguan terhadap keseimbangan tubuh.
Sejumlah kebiasaan selama perjalanan dapat memperparah gejala mabuk perjalanan. Membaca buku atau menatap layar gawai saat kendaraan bergerak menjadi salah satu pemicunya karena mata berfokus pada objek yang diam, sementara tubuh merasakan perubahan gerakan. Selain itu, kabin kendaraan yang pengap serta aroma menyengat seperti asap rokok atau parfum tertentu juga dapat meningkatkan rasa mual.
Di masyarakat, penggunaan minyak kayu putih, balsem, atau bahan beraroma hangat lainnya kerap dipercaya dapat membantu mengurangi mabuk perjalanan. Meski tidak secara langsung menghentikan proses mabuk perjalanan, sensasi hangat dan aroma yang dihasilkan dapat memberikan rasa nyaman, membantu tubuh lebih rileks, serta mengurangi rasa tidak enak badan pada sebagian orang.
Selain menggunakan produk penghangat, mabuk perjalanan dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana, seperti memilih posisi duduk yang lebih stabil, menjaga sirkulasi udara tetap baik, menghindari membaca atau menggunakan gawai terlalu lama, serta mengarahkan pandangan ke luar kendaraan. Penggunaan obat tertentu juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi gejala, dengan tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Tubuh manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap gerakan kendaraan melalui proses habituasi atau pembiasaan sensorik. Dengan semakin sering melakukan perjalanan, otak belajar mengenali pola gerakan tersebut sehingga konflik sinyal antarindra dapat berkurang. Melalui pemahaman penyebab, pencegahan, dan proses adaptasi tubuh, mabuk perjalanan dapat dikendalikan sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman. buat judul yang mudah dipahami sesuai SPOK dan umum
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....