Earphone Kotor Picu Infeksi Telinga

  • 30 Jun 2026 19:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warga dihimbau untuk rutin menjaga kebersihan perangkat earphone guna menghindari risiko infeksi saluran telinga akibat penumpukan kuman.

Banyak pengguna gawai mengabaikan kebersihan aksesori audio ini meski telah memakainya berjam-jam setiap hari saat beraktivitas.

Padahal, tim medis menegaskan bahwa membiarkan alat pendengar tersebut kotor dapat memicu masalah kesehatan yang serius pada organ pendengaran.

Ahli kesehatan menjelaskan bahwa permukaan earphone yang bersentuhan langsung dengan lubang telinga merupakan tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Saat digunakan lama, suhu hangat dan kelembapan di dalam saluran telinga meningkat drastis sehingga mempercepat pertumbuhan jamur. Jika tidak dibersihkan, kotoran yang menempel pada bantalan karet alat tersebut akan menyumbat saluran pendengaran.

Bakteri yang menumpuk pada perangkat audio ini berpotensi besar menyebabkan penyakit otitis eksterna atau infeksi telinga luar. Gejala gangguan ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri hebat, pembengkakan, hingga keluarnya cairan dari dalam telinga.

Risiko komplikasi ini akan meningkat berkali-kali lipat jika pengguna memiliki kebiasaan buruk saling meminjamkan alat tersebut kepada orang lain.

Masyarakat, khususnya generasi muda, diingatkan untuk menjadikan pembersihan aksesori audio ini sebagai bagian dari rutinitas harian yang penting.

Pembersihan cukup dilakukan dengan menyeka permukaan perangkat menggunakan kain halus yang telah dibasahi sedikit cairan alkohol antiseptik.

Warga juga disarankan memastikan kondisi telinga dan perangkat benar-benar kering sebelum kembali menggunakannya.

Penyebarluasan informasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan barang elektronik yang melekat pada tubuh.

Mencegah timbulnya bakteri jauh lebih baik daripada harus menjalani pengobatan medis akibat kelalaian kecil yang diabaikan.

Dengan meningkatnya kepedulian terhadap gawai, kesehatan pendengaran masyarakat dapat tetap terjaga dengan optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....