Hari Vitiligo Sedunia 2026, Dorong Kepedulian dan Penghapusan Stigma Global

  • 26 Jun 2026 09:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Vitiligo Sedunia diperingati setiap tanggal 25 Juni sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap vitiligo serta memberikan dukungan kepada para penyandang kondisi tersebut. Peringatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai tantangan sosial dan psikologis yang sering dihadapi oleh penderita vitiligo.

Dilansir dari laman Pace Hospitals, vitiligo merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit akibat rusaknya sel melanosit yang berfungsi memproduksi melanin. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih pada berbagai bagian tubuh dan dapat dialami oleh semua kelompok usia maupun latar belakang etnis.

Tema Hari Vitiligo Sedunia tahun 2026 adalah “Dari Stigma Menuju Kekuatan”. Tema tersebut menekankan pentingnya mengubah rasa malu, diskriminasi, dan kesalahpahaman tentang vitiligo menjadi kepercayaan diri, penerimaan, serta pemberdayaan bagi para penyandangnya.

Peringatan Hari Vitiligo Sedunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011 oleh berbagai organisasi advokasi vitiligo internasional. Tanggal 25 Juni dipilih untuk mengenang wafatnya Michael Jackson, yang diketahui hidup dengan kondisi vitiligo dan menjadi salah satu figur publik paling dikenal dengan kondisi tersebut.

Selain meningkatkan pemahaman medis, kampanye ini juga berupaya menghapus berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Banyak pakar dermatologi menegaskan bahwa vitiligo bukan penyakit menular dan tidak disebabkan oleh kutukan, pola makan tertentu, maupun faktor-faktor yang sering disalahpahami oleh masyarakat.

Berbagai kegiatan edukasi, seminar, kampanye media sosial, hingga pertemuan komunitas digelar di banyak negara untuk memperingati hari tersebut. Melalui kegiatan ini, para penyandang vitiligo didorong untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat rasa percaya diri dalam menghadapi stigma sosial.

Hari Vitiligo Sedunia menjadi pengingat bahwa penerimaan dan empati memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang vitiligo. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, menghargai keberagaman, dan bebas dari diskriminasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....