Hipertensi Dapat Memicu Kerusakan Ginjal dan Organ Vital

  • 23 Jun 2026 16:14 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya berdampak pada sistem peredaran darah, tetapi juga menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya gangguan fungsi ginjal. Kondisi tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak glomerulus atau saringan ginjal sehingga memicu kebocoran dan penurunan fungsi ginjal secara bertahap.

Koordinator Wilayah Perhimpunan Nefrologi dan Hipertensi Indonesia Kalimantan Tengah, dr. Untung Suropati, Sp. PD-KGH, menjelaskan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan pada saringan ginjal. Kerusakan tersebut dapat menimbulkan penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh hingga berdampak pada kerja jantung dan sistem peredaran darah.

"Jadi hipertensi adalah satu faktor risiko terjadinya gangguan pada ginjal. Karena ginjal kita ini pada glomerulus atau saringan ginjal itu sangat dipengaruhi oleh tekanan darah," katanya, Kamis, 11 Juni 2026.

Selain menyebabkan gangguan ginjal, hipertensi juga dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga muncul komplikasi serius. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah terjadi kerusakan pada organ tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Darryl Virgiawan Tanod, Sp. PD-KGH, mengatakan komplikasi hipertensi dapat menyerang berbagai organ penting, mulai dari otak, jantung, ginjal, mata hingga sistem saraf. Menurutnya, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal menjadi komplikasi yang paling sering ditemukan pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.

"Komplikasi yang paling sering itu sebenarnya ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang mikro, ada yang makro. Jadi kalau yang besar itu ke pembuluh darah besar biasanya stroke, gagal jantung," ucapnya.

Karena sering tidak bergejala, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat. Deteksi dini serta pengendalian tekanan darah menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat mengancam kualitas hidup bahkan menyebabkan kematian. (Cyntia Trisetiani Baga)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....