Donor Darah Rutin Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

  • 15 Jun 2026 10:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Donor darah merupakan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi penerima maupun pendonor. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah, donor darah secara rutin juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk peluang menurunkan risiko penyakit jantung.

Dilansir dari laman Healthline, donor darah dapat membantu mengurangi kadar zat besi berlebih dalam tubuh. Penumpukan zat besi yang terlalu tinggi diketahui dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak pembuluh darah dan organ tubuh.

Ketika kadar zat besi berada dalam batas normal, risiko terjadinya kerusakan pada sistem kardiovaskular dapat berkurang. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa donor darah rutin dianggap berpotensi mendukung kesehatan jantung.

Beberapa penelitian pada tahun 2013 menunjukkan, adanya hubungan antara donor darah teratur dengan penurunan risiko serangan jantung. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hubungan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan pengaruh langsungnya.

Donor darah juga dapat menjadi sarana pemantauan kesehatan sederhana bagi masyarakat. Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor biasanya menjalani pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, denyut nadi, dan kadar hemoglobin.

Kebiasaan mendonorkan darah secara rutin sering kali mendorong seseorang untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatannya. Pola hidup sehat yang menyertai kebiasaan tersebut turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Meskipun memiliki berbagai manfaat potensial, donor darah tidak dapat dijadikan satu-satunya cara mencegah penyakit jantung. Masyarakat tetap perlu menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....