BBPOM di Palangka Raya Perketat Pengawasan Boraks dan Formalin di Masyarakat

  • 08 Jun 2026 21:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Balai Besar POM di Palangka Raya terus melakukan inspeksi untuk meningkatkan keamanan pangan dan obat yang beredar di masyarakat. Salah satu inspeksi rutin yang dilaksanakan adalah pengawasan terhadap pangan dan obat yang mengandung boraks serta formalin.

Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat Balai Besar POM di Palangka Raya, Astry Talenta Betharia, mengatakan dari berbagai kegiatan inspeksi yang dilakukan, bahan boraks masih sering ditemukan di toko kelontong yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Sementara itu, pengawasan terhadap bahan formalin terus diperketat untuk membatasi akses penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya di masyarakat.

"Sedangkan formalin itu peredaran atau distribusinya kita akan melakukan pengawasan di apotek-apotek, karena itu kan menjualnya adanya cuma di apotek. Sehingga nanti di apotek juga tidak boleh dijual bebas tapi harus menggunakan tujuannya apa misalnya untuk pengawetan mayat atau apa," katanya, saat mengisi program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 4 Juni 2026.

Lebih lanjut, Ahli Gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi Kalimantan Tengah, Eva Susilawati, mengatakan selain inspeksi rutin yang dilakukan Balai Besar POM bersama instansi terkait, masyarakat juga perlu lebih teliti dalam memilih makanan. Ia mengimbau para pedagang dan produsen untuk memproduksi makanan menggunakan bahan yang aman, sehat, dan berkualitas.

"Kalau menurut dari Persagi tentunya kita sendiri orang awam juga harus peduli dengan kesehatan, kita memilih-milih makanan juga kita harus teliti. Apalagi ibu-ibu gitu dan juga yang pembuat makanan pastinya produsen-produsennya untuk menghasilkan makanan itu pakai hati nurani lah ya," katanya.

Menurut Astry, temuan boraks yang masih beredar menjadi bahan evaluasi bagi BBPOM untuk meningkatkan edukasi kepada pelaku usaha. Selain mengingatkan agar tidak menggunakan bahan berbahaya, BBPOM juga memberikan alternatif bahan yang lebih aman untuk digunakan dalam proses produksi pangan.

Pengawasan yang berkelanjutan serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat menekan penggunaan bahan berbahaya dalam pangan. Dengan kerja sama semua pihak, keamanan pangan dapat terjaga sehingga masyarakat terlindungi dari risiko kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak aman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....