BBPOM dan PERSAGI Kalteng Tekankan Pentingnya Pengawasan Jajanan Anak Sekolah

  • 05 Jun 2026 20:09 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kalimantan Tengah menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pangan jajanan anak sekolah. Upaya ini diperlukan karena anak-anak berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, sementara organ tubuh mereka belum berfungsi secara optimal untuk menetralisir racun dari makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif Kalteng Menyapa yang diselenggarakan di RRI Palangka Raya, Kamis, 4 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, BBPOM Palangka Raya menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Ahli Gizi dari PERSAGI Kalteng, Eva Susilawati, S.Gz., M.Gz., menggarisbawahi bahwa perhatian khusus harus diberikan kepada anak-anak karena mereka cenderung hanya mementingkan rasa dan penampilan jajanan tanpa memikirkan dampaknya. Menurutnya, organ-organ penting anak yang berfungsi menyaring racun belum bekerja seoptimal orang dewasa.

"Kenapa anak-anak? Karena mereka kan pertama dalam masa tumbuh kembang. Di mana di situ organ-organnya juga seperti hati, ginjal, yang harusnya bisa berfungsi untuk mengeluarkan racun. Itu kan di orang dewasa sudah matang sempurna, sedangkan kalau anak-anak ini kan masih dalam tahap pertumbuhan, yang mana organ-organnya juga belum terbentuk secara sempurna," ujar Eva menjelaskan.

Merespons ancaman kesehatan tersebut, Ketua Tim (Katim) Pemberdayaan Masyarakat BBPOM Palangkaraya, Astry Talenta Betharia, S.Si., menyatakan bahwa pihaknya menjadikan pengawasan jajanan anak sekolah sebagai salah satu tugas pokok fungsi (tupoksi) utama yang diprogramkan setiap tahun dengan menyasar kabupaten yang berbeda-beda.

Astry menjelaskan, program tersebut berfokus pada pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah melalui pemberdayaan tenaga pendidik. BBPOM memberikan pelatihan dan peningkatan kompetensi kepada guru agar mampu menjadi penggerak keamanan pangan di sekolah masing-masing.

"Nah, satu program kita yang memang kita laksanakan hampir setiap tahun dengan target kabupaten yang berbeda setiap tahunnya, itu adalah program prioritasnya sekolah nasional. Program sekolah dengan pembudayaan keamanan pangan. Yang tadi saya sebutkan, kita melakukan pemberdayaan itu dengan memberikan, dengan meningkatkan kompetensi daripada guru. Nah seperti itu, kita melatih kader guru sehingga nantinya akan tercipta kemandirian pangan pada komunitas sekolah," ujar Astry menambahkan.

Melalui pelatihan tersebut, BBPOM Palangka Raya berharap setiap sekolah di Kalimantan Tengah memiliki kemampuan mandiri dalam mengawasi dan menyeleksi makanan yang dikonsumsi siswa. Dengan demikian, risiko paparan zat kimia berbahaya dapat diminimalkan sehingga kesehatan serta tumbuh kembang anak tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....