Balai Besar POM Palangka Raya Gencarkan Edukasi Bahaya Formalin dan Boraks

  • 05 Jun 2026 10:26 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan bahan berbahaya pada pangan, seperti formalin dan boraks. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyasar sekolah, pasar, dan desa di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BBPOM Palangka Raya, Astri Talenta Betaria, dalam dialog Kalteng Menyapa RRI Palangka Raya, mengatakan bahwa penyalahgunaan formalin dan boraks pada pangan masih menjadi perhatian. Meski demikian, hasil pengawasan rutin menunjukkan tren penurunan kasus penggunaan kedua bahan berbahaya tersebut di Kalimantan Tengah hingga tahun 2026.

Menurut Astri, BBPOM secara konsisten melakukan pengawasan di 10 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah kerja mereka. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada masyarakat melalui program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan konsumen dalam mengenali pangan yang aman untuk dikonsumsi.

“Melalui sekolah, pasar, dan desa, kami ingin membentuk konsumen yang cerdas sehingga mampu mengenali ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Sementara itu, Ahli Gizi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalimantan Tengah, Eva Susilawati, menjelaskan bahwa formalin dan boraks bukan merupakan bahan tambahan pangan yang diperbolehkan. Penggunaan kedua zat tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama pada anak-anak yang organ tubuhnya masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

"Bila kita mengonsumsi pangan yang mengandung bahan berbahaya dapat menghambat penyerapan zat gizi, memicu gangguan pencernaan, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker. Karena itu, pengawasan terhadap jajanan anak sekolah menjadi sangat penting untuk melindungi kesehatan generasi muda,” ucapnya.

BBPOM di Palangka Raya bersama berbagai pihak, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Persagi Kalimantan Tengah, terus memperkuat edukasi keamanan pangan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih pangan yang aman, bergizi, seimbang, dan bebas dari bahan berbahaya demi menjaga kesehatan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....