Terapi Okupasional Bantu Anak Sulit Fokus dan Tenang

  • 31 Mei 2026 20:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Mendampingi anak yang memiliki kondisi kesulitan menentukan fokus dan perhatian memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Anak dengan kondisi ini sering kali mudah terdistraksi, bahkan pada keadaan tertentu dapat menjadi sangat aktif dan sulit duduk tenang.

Dalam hal ini, Terapis Okupasional Rumah Sakit Permata Hati Palangka Raya, Fitriani, mengatakan terapi okupasional dapat menjadi pilihan orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan kondisi tersebut. Namun, terapis biasanya akan mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab anak mengalami kesulitan fokus agar metode terapi yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

"Okupasi bisa menangani untuk kondisi itu, tapi dengan kita identifikasi dulu nih apa yang bikin dia tidak fokus. Contohnya misalnya anak itu tidak bisa duduk tenang karena memang keseimbangannya belum stabil, maka akan dilakukan terapi yang mendukung keseimbangan fisik seperti memindahkan balok dengan duduk di bola besar, dan lainnya," katanya, saat mengisi program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat, 29 Mei 2026.

Selain itu, Fitriani juga menjelaskan bahwa anak yang kesulitan fokus karena mencari input sensori memiliki pendekatan terapi yang berbeda. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah memberikan aktivitas yang memberi tekanan pada tubuh sehingga kebutuhan sensori anak dapat terpenuhi.

"Tapi kalau misalnya enggak fokusnya atau enggak bisa diamnya karena dia mencari input sensori, kebutuhan sensornya itu tadi banyak bergerak-gerak, banyak yang ketuk-ketuk. Jadi aktivitasnya nanti banyak melompat di trampolin, naik ayunan, melompat target gitu, atau aktivitas lain yang membantu memberi tekanan di tubuh, khususnya di bagian sendi anak supaya kebutuhan itu terpenuhi," katanya.

Menurutnya, setiap anak memiliki penyebab yang berbeda ketika mengalami kesulitan fokus atau tidak dapat duduk tenang. Karena itu, terapi yang diberikan tidak bisa disamaratakan dan harus disesuaikan dengan hasil identifikasi serta kebutuhan masing-masing anak.

Melalui terapi yang tepat, kemampuan anak dalam mengatur perhatian, keseimbangan, dan kebutuhan sensorinya dapat berkembang lebih baik. Dukungan orang tua dan konsistensi menjalankan program terapi juga menjadi faktor penting untuk membantu anak lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....