Terapi Okupasi Bantu Tingkatkan Kemandirian dan Perkembangan Anak

  • 31 Mei 2026 20:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Layanan terapi okupasional menjadi salah satu pilihan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Terapi khusus ini dilakukan melalui aktivitas bermain yang menyenangkan untuk membantu meningkatkan stimulus anak agar lebih mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Terapis Okupasional Rumah Sakit Permata Hati Palangka Raya, Fitriani, mengatakan terapi ini dapat dilakukan bagi anak-anak dengan kondisi tertentu, seperti autism atau down syndrome. Selain itu, anak dengan keterlambatan perkembangan maupun yang memiliki sensitivitas terhadap suara dan tekstur juga dapat mengikuti terapi okupasi.

"Kalau untuk kondisi sendiri sebenarnya ada kondisi tertentu yang bisa ditangani sama okupasi. Biasanya ada autism atau down syndrome atau keterlambatan perkembangan, bisa juga untuk anak-anak yang sensitif sama suara, sensitif sama tekstur, tapi juga bisa untuk stimulus tumbuh kembang aja," katanya, saat mengisi program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat, 29 Mei 2026.

Lebih lanjut, Fitriani menjelaskan bahwa terapi okupasi tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak dengan kondisi khusus. Terapi ini juga dapat diterapkan pada anak yang memiliki aktivitas fisik minim atau membutuhkan tambahan stimulasi perkembangan sesuai usianya.

"Jadi enggak perlu tunggu ada kondisi tertentu nih untuk datang ke okupasi. Jadi bisa aja misalnya oh kira-kira kayaknya anaknya kurang untuk aktivitas bergerak nih, bisa aja mah datang untuk ke okupasi gitu, jadi nanti aktivitas disusun untuk stimulus perkembangannya sesuai dengan usia gitu," katanya.

Dalam pelaksanaannya, terapis akan menyusun berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak. Pendekatan bermain dipilih agar anak merasa nyaman sekaligus memperoleh manfaat untuk meningkatkan kemampuan motorik, sensorik, dan kemandirian.

Melalui terapi okupasi, anak diharapkan dapat lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sehari-hari, seperti bermain, belajar, makan, hingga memakai pakaian sendiri. Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu munculnya gangguan perkembangan tertentu untuk mulai memberikan stimulasi yang mendukung tumbuh kembang anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....