Kemenkes Edukasi Bahaya dan Pencegahan Virus Hanta
- 12 Mei 2026 18:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus hanta yang ditularkan melalui hewan seperti tikus dan celurut. Penyakit ini dapat menular melalui urine, air liur, kotoran, maupun debu atau udara yang telah terkontaminasi virus.
Virus hanta diketahui dapat menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gangguan kesehatan serius apabila tidak segera ditangani. Gejala awal yang sering muncul antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga sesak napas dan dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami batuk, mual, hingga muntah.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, memaparkan dua hal utama dalam mencegah penyebaran virus ini. Beliau menjelaskan bahwa pengendalian penyakit menular seperti virus hanta sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan perilaku individu.
"Dua hal tersebut adalah bahwa apapun penyakit menular itu terkait dengan berbasis lingkungan. Dan yang kedua adalah bagaimana kita melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, contohnya melakukan PHBS, cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” ujar dr. Andi Saguni, Senin 11 Mei 2026.
| Baca juga: Langkah Sederhana Mencegah Penularan Virus |
Ia menambahkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk menekan risiko penularan virus hanta. Karena itu, masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun celurut termasuk kotorannya, serta menjaga kebersihan tempat tinggal dan tempat kerja secara rutin.
“Menjaga kesehatan lingkungan dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, melakukan pembersihan dengan metode wet cleaning, menyimpan makanan dan minuman di wadah tertutup, serta menutup semua lubang di dalam maupun luar rumah untuk mencegah tikus masuk,” kata dr. Andi Saguni
Selain itu, masyarakat juga diimbau berhati-hati saat berada di lokasi yang berpotensi menjadi sumber infeksi, termasuk ketika bepergian atau berwisata. Dengan kombinasi antara kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat, Kementerian Kesehatan berharap langkah pencegahan sederhana tersebut dapat membantu menekan resiko penyebaran virus hanta di lingkungan masyarakat khususnya di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....