Konsumsi Seblak Dibatasi untuk yang Memiliki Masalah Kesehatan Tertentu

  • 11 Mei 2026 05:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Meski sangat populer, seblak ternyata tidak boleh dikonsumsi oleh sembarang orang, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Pakar kesehatan memperingatkan bahwa kombinasi rasa pedas ekstrem dan bumbu tajam dapat memicu gangguan pencernaan serius. Bagi orang dengan kondisi tubuh sensitif, makanan ini bisa menjadi pemicu sakit perut yang menyiksa.

Penderita asam lambung atau GERD adalah kelompok utama yang harus menjauhi seblak pedas. Kandungan cabai yang berlebihan dapat melukai dinding lambung dan membuat asam lambung naik dengan cepat.

Tekstur kerupuk yang kenyal dan kuah yang penuh penyedap rasa juga membuat sistem pencernaan harus bekerja ekstra keras untuk mengolahnya.

Selain masalah lambung, orang dengan riwayat darah tinggi juga perlu waspada terhadap kadar garam pada seblak. Biasanya, satu porsi seblak mengandung natrium tinggi dari bumbu instan dan bahan pelengkap seperti sosis atau bakso. Konsumsi garam yang berlebihan ini bisa memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak yang membahayakan jantung.

Orang yang sedang mengalami radang tenggorokan juga disarankan untuk berhenti makan seblak sementara waktu. Rasa pedas yang menyengat dan suhu panas kuahnya akan memperparah iritasi pada tenggorokan yang sedang luka.

Menghindari makanan tajam seperti ini sangat penting agar proses penyembuhan tubuh bisa berjalan lebih cepat tanpa hambatan.

Masyarakat diminta untuk lebih bijak mengenali batas kemampuan tubuh sendiri sebelum menyantap makanan viral. Menikmati kuliner boleh saja, namun kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama agar tidak berujung di rumah sakit.

Pastikan tubuh dalam kondisi fit jika ingin menikmati hidangan pedas ini agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....