Investasi Terbaik untuk Masa Tua adalah Tubuh yang Terus Bergerak

  • 10 Mei 2026 18:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap tanggal 10 Mei, dunia memperingati Move for Health Day atau Hari Gerakan untuk Kesehatan. Inisiatif global ini merupakan kampanye resmi yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempromosikan pentingnya aktivitas fisik secara rutin.

Fokus utama dari hari ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kaitan erat antara kebiasaan bergerak dengan kualitas hidup yang lebih panjang dan sehat tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang sosial.

Mengingat gaya hidup sedenter (kurang gerak) kini menjadi masalah global, WHO mengajak individu, komunitas, hingga instansi pemerintah di berbagai negara untuk terlibat aktif.

Harapannya, gerakan ini tidak hanya menjadi seremoni satu hari, melainkan titik balik bagi masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan malas bergerak yang berisiko tinggi bagi kesehatan.

WHO mencatat bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Dengan rutin bergerak, seseorang dapat menjaga berat badan ideal, meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres, serta memperkuat sistem imun tubuh agar lebih tangguh melawan berbagai penyakit.

WHO menyarankan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggunya, yang bisa dicapai melalui jalan cepat, bersepeda, menaiki tangga, atau sekadar melakukan pekerjaan rumah tangga.

Kuncinya bukan pada intensitas atletis yang berat, melainkan pada konsistensi untuk mengurangi waktu duduk diam di depan layar demi menjaga ritme metabolisme tubuh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....