Pemerintah Terapkan Nutri-Level untuk Kendalikan Konsumsi Gula Masyarakat
- 23 Apr 2026 15:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kemenkes dan BPOM resmi mengeluarkan pelabelan Nutri-Level pada produk minuman kemasan guna mengontrol konsumsi gula di masyarakat. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menekan angka kasus penyakit kronis, pada usia produktif akibat konsumsi gula berlebih, yang diprediksi dapat memicu lonjakan kasus gagal ginjal di masa depan.
Kebijakan ini bertujuan memberikan transparansi penuh kepada konsumen mengenai seberapa besar kadar pemanis dalam setiap produk. Melalui unggahan di media sosial resminya, Menkes menegaskan bahwa masyarakat kini memiliki panduan visual yang jelas untuk memilih asupan yang lebih sehat.
"Sekarang saya resmi keluarin label Nutri-Level untuk menjelaskan berapa gula yang ada dalam setiap minuman. Lihat sendiri kan gulanya bisa sebanyak apa? Terutama yang biasa kalian minum dan memberikan after taste 'kok manis banget ya'," ujarnya pada Selasa, 21 April 2026.
Lebih lanjut, dalam postingan tersebut ia merincikan klasifikasi tingkatan gizi tersebut agar masyarakat dapat membedakan kualitas pemanis yang digunakan. Sistem ini dibagi menjadi empat kategori utama, mulai dari level A yang paling sehat hingga level D yang memiliki risiko tertinggi jika dikonsumsi secara rutin.
"Level A tidak ada pemanis tambahan contohnya americano, level B adalah minuman yang ditambah gula alami seperti gula pasir contohnya teh manis, sedangkan level C dan D manis atau nggak manis ada pemanis buatannya. Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari," katanya menambahkan.
Penjelasan ini menekankan perbedaan antara penggunaan gula alami dan pemanis buatan yang sering tersembunyi dalam label komposisi yang rumit. Dengan membagi kategori tersebut, Kemenkes secara tegas menempatkan minuman dengan pemanis buatan (Level C dan D) sebagai produk yang harus dibatasi ketat guna mencegah kerusakan organ tubuh jangka panjang.
Melalui label Nutri-Level yang tertera jelas di depan kemasan, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak oleh informasi gizi yang sulit dibaca. Menkes berharap literasi kesehatan ini dapat mengubah pola konsumsi kelompok usia produktif agar lebih memprioritaskan air mineral atau minuman Level A demi menjaga kualitas hidup di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....