Penularan Campak Sasar Anak dan Kelompok Imunitas Lemah

  • 22 Apr 2026 22:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya– Risiko penularan penyakit campak di tengah masyarakat kini menjadi perhatian serius bagi tenaga kesehatan, mengingat sifat virusnya yang sangat menular melalui udara. Selain menyasar anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh sempurna, virus ini juga mengintai orang dewasa dengan kondisi imunitas rendah atau mereka yang memiliki penyakit penyerta tertentu.

Dr. Yemina Orista selaku Dokter Umum Prodia Palangka Raya, menekankan bahwa selain kelompok usia anak, masyarakat dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah merupakan pihak yang paling rentan terinfeksi. Beliau menjelaskan bahwa campak dapat menular secara masif lewat udara, bahkan melalui permukaan benda yang telah terpapar percikan batuk atau bersin dari penderita.

"Untuk selain anak-anak, biasanya itu yang paling rentan itu orang dengan imunitas yang rendah. Karena campak ini sangat menular lewat udara. Jika kita bersin atau batuk sembarangan, lalu orang lain memegang benda yang terpapar, mereka bisa tertular," ujar dr. Yemina dalam Talkshow di RRI Palangka Raya, Rabu, 22 April 2026.

Lebih lanjut, dr. Yemina memaparkan bahwa kelompok imunokompromis atau orang dengan gangguan sistem imun, termasuk lansia, memiliki risiko tinggi akibat pertahanan tubuh yang tidak lagi optimal. Ia juga menyoroti tenaga kesehatan (nakes) sebagai kelompok yang rawan tertular karena faktor kelelahan yang seringkali memicu penurunan imunitas secara drastis di lingkungan kerja.

Senada dengan hal tersebut, dr. Jepisco yang juga hadir sebagai narasumber, menambahkan bahwa kerentanan seseorang terhadap campak bisa dipicu oleh faktor bawaan lahir maupun penyakit tertentu yang menggerus daya tahan tubuh. Menurutnya, kondisi fisik yang tidak prima membuat virus lebih mudah masuk dan berkembang dalam tubuh sehingga imunitas tubuh yang kokoh adalah benteng utama dalam menghadapi paparan virus yang sering kali tidak disadari.

"Dari lahir yang imunitasnya tidak bagus, atau ada penyakit tertentu yang mengakibatkan daya tahan tubuhnya menurun, itu mengakibatkan dia mudah terkena campak," kata dr. Jepisco.

Selain faktor internal tubuh, dr. Jepisco menguraikan tiga faktor eksternal utama pemicu penularan, yakni status imunisasi, interaksi dengan penderita, dan riwayat perjalanan ke wilayah zona merah. Seseorang akan jauh lebih mudah terpapar jika pernah bertemu dengan orang yang memiliki riwayat campak atau baru saja mengunjungi daerah yang sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Dengan tingginya risiko penularan campak, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh, melengkapi imunisasi, serta menghindari kontak dengan penderita maupun wilayah dengan kasus tinggi guna memutus rantai penyebaran penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....