Waspadai Angin Duduk, Gejala Awal Gangguan Jantung

  • 28 Mar 2026 19:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi yang dikenal sebagai angin duduk, yang sering dianggap sepele namun dapat berdampak serius bagi kesehatan. Istilah ini umum digunakan untuk menggambarkan nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.

Gejala angin duduk biasanya ditandai dengan rasa nyeri atau tekanan di dada, yang bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, hingga punggung. Kondisi ini sering muncul saat seseorang melakukan aktivitas berat atau mengalami stres, dan dapat mereda saat beristirahat.

Penyebab utama angin duduk berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak atau yang dikenal dengan aterosklerosis. Kondisi ini membuat suplai oksigen ke jantung berkurang sehingga memicu rasa nyeri.

Faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta kondisi medis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Gaya hidup yang tidak sehat dapat mempercepat terjadinya gangguan pada pembuluh darah.

Penanganan angin duduk perlu dilakukan secara tepat dan cepat. Jika gejala muncul dan tidak membaik dalam beberapa menit, penderita disarankan segera mencari bantuan medis. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda awal serangan jantung.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menurunkan risiko terjadinya angin duduk.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala dan bahaya angin duduk, diharapkan kasus yang berujung fatal dapat diminimalisir. Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung dan kualitas hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....