Hati-hati Minuman Manis, Risiko Diabetes hingga Penyakit Jantung

  • 28 Mar 2026 17:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Konsumsi minuman manis semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Berbagai minuman seperti soda, teh kemasan, hingga minuman kekinian mengandung gula tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Risiko Diabetes Tipe 2

Gula tinggi dalam minuman manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Dalam jangka panjang, tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 jika tidak dikendalikan.

Kenaikan Berat Badan dan Obesitas

Kalori tinggi dari gula yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak. Kebiasaan ini meningkatkan risiko obesitas, yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius lainnya.

Gangguan Kesehatan Jantung

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar lemak jahat dalam darah. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Dampak pada Kesehatan Gigi

Gula yang menempel pada gigi menjadi makanan bagi bakteri di mulut, menghasilkan asam penyebab kerusakan gigi atau karies.

Risiko Perlemakan Hati

Fruktosa berlebih, terutama dari minuman kemasan, dapat meningkatkan risiko perlemakan hati non-alkoholik. Gejalanya sering muncul perlahan dan sulit disadari.

Langkah Pencegahan

Masyarakat disarankan membatasi konsumsi minuman manis dan beralih ke pilihan lebih sehat, seperti air putih. Mengatur asupan gula dan menerapkan pola hidup seimbang menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....