Peran Puskesmas 24 Jam Diperkuat di Palangka Raya

  • 27 Mar 2026 16:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Palangka Raya memastikan penguatan jejaring layanan kesehatan hingga ke wilayah pinggiran. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis cepat, terutama untuk kasus kegawatdaruratan pada malam hari.

Direktur RSUD Kota Palangka Raya, dr. Abram Sidi Winasis, menjelaskan bahwa Puskesmas, Rumah Sakit, hingga Puskesmas Pembantu (Pustu) bekerja dalam satu sistem koordinasi di bawah Dinas Kesehatan. Pembagian tugas ini bertujuan agar pelayanan kesehatan tidak tumpang tindih.

"Tujuan kita sama, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Puskesmas fokus pada upaya promotif dan preventif, sementara rumah sakit menangani kuratif dan rehabilitatif. Hal-hal yang bisa selesai di Puskesmas tidak perlu dibawa ke rumah sakit," ujar dr. Abram menanggapi pertanyaan warga mengenai akses layanan di daerah terbatas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dr. Octavines SK Tarigan, M.Kes, menambahkan bahwa komitmen pelayanan 24 jam terus ditingkatkan, terutama di titik-titik strategis. Beberapa Puskesmas telah disiagakan untuk menangani keadaan darurat, termasuk persalinan.

"Untuk pelayanan 24 jam, kami terus bergerak dengan komitmen teman-teman di Puskesmas. Puskesmas dengan layanan kegawatdaruratan medis dan kebidanan tersedia di Pahandut, Tangkiling, dan Puskesmas Kiling. Ini disiapkan agar masyarakat tidak bingung saat membutuhkan bantuan cepat," ujar dr. Octavines menjelaskan saat mengisi dialog di RRI Palangka Raya, Kamis 26 Maret 2026.

Selain kesiapan fasilitas, dr. Octavines juga mengajak warga Palangka Raya untuk lebih mencintai dan memanfaatkan Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan. Ia mendorong masyarakat untuk aktif melakukan deteksi dini melalui layanan pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

"Kami mengajak masyarakat melakukan cek kesehatan gratis. Dengan begitu, kita tahu kondisi tubuh kita sejak dini, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Manfaatkan peranan Puskesmas bukan hanya untuk pengobatan, tapi juga pencegahan," ucapnya.

Melalui penguatan jejaring dari Pustu hingga rumah sakit ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat di wilayah pinggiran yang terhambat akses kesehatannya karena kendala waktu maupun jarak. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....