Bahaya Fenomena Brain Rot

  • 19 Mar 2026 18:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya- Istilah brain rot kini tengah menjadi fenomena yang menggemparkan jagat media sosial, terutama di kalangan generasi muda yang terpapar konten video pendek secara masif.

Istilah ini merujuk pada kondisi penurunan daya konsentrasi akibat konsumsi konten digital berkualitas rendah yang diulang-ulang secara obsesif setiap harinya.

Banyak pengguna internet tidak menyadari bahwa paparan terus-menerus terhadap humor absurd dan bahasa slang internet yang aneh dapat memengaruhi pola pikir mereka secara mendalam.

Fenomena ini memicu kekhawatiran karena konten yang bersifat "sampah visual" tersebut justru mendapatkan miliaran penayangan, menggeser konsumsi informasi yang jauh lebih edukatif dan bermanfaat.

Para pakar psikologi memperingatkan bahwa brain rot dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan seseorang dalam berpikir kritis dan fokus pada tugas jangka panjang.

Dampaknya mulai terlihat pada remaja yang merasa kesulitan memahami narasi kompleks karena otak mereka terbiasa dengan rangsangan visual cepat yang tidak memiliki makna atau struktur logis.

Fenomena ini marak ditemukan di berbagai platform video pendek tempat algoritma bekerja mendorong konten yang paling aneh untuk menjadi viral demi mengejar engagement.

Meskipun dianggap sebagai hiburan ringan, konsumsi tanpa batas terhadap konten semacam ini justru membuat audiens merasa hampa dan mengalami kelelahan mental setelah berjam-jam menatap layar.

Masyarakat, terutama orang tua, diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring jenis tontonan digital yang dikonsumsi oleh anak-anak guna mencegah dampak jangka panjang ini.

Membatasi durasi layar dan kembali membudayakan literasi bacaan adalah langkah proteksi dini yang paling efektif untuk menyelamatkan kesehatan mental generasi masa depan dari jeratan konten tanpa isi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....