PMI Kota Palangka Raya Menjamin Transparansi Stok dan Biaya Pengolahan Darah
- 27 Feb 2026 13:23 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - RRI Pro 1 Palangka Raya secara rutin menghadirkan program HALLO RRI sebagai wadah komunikasi interaktif bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, dan masalah layanan publik. Pada Jumat, 27 Februari 2026 dihadirkan Ibu Wiwi Triliansy, selaku Kepala Pelayanan Darah PMI Kota Palangka Raya. Hal ini dilakukan untuk memberi edukasi publik dan meluruskan pemahaman mengenai ketersediaan stok serta biaya pengolahan darah di PMI Kota Palangka Raya.
Dalam siaran yang diselenggarakan oleh RRI, Ibu Wiwi menyampaikan ketersediaan stok darah dan transparansi biaya pengolahan di Unit Donor Darah PMI kota Palangka Raya. Beliau menyampaikan data perolehan kantong darah pada bulan Januari, sementara perhitungan akhir bulan dinyatakan belum dilakukan karena periode pengumpulan masih berlangsung.
"bulan Januari itu kita berkisar 1.700 kantong. Kalau untuk bulan Perbuari ini, mungkin yang terkumpul itu sekitar 1.200 kantong. Karena belum akhir bulan, sehari lagi ya, tanggal 28 ya.
Berarti mungkin sekitar 1.300-1.400 kayaknya," ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Hallo RRI di RRI Palangka Raya.
Kebutuhan stok darah bagi masyarakat disebutkan tetap harus dijaga dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kota Palangka Raya. Pihak PMI secara aktif meminta dukungan dari berbagai lembaga keagamaan, seperti gereja dan masjid, untuk menggelar kegiatan donor darah. Sinergi ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak pendonor sukarela dari berbagai lapisan masyarakat.
Ia jua menyampaikan secara tegas dan meluruskan anggapan keliru masyarakat mengenai praktik jual beli darah. Ibu Wiwi menegaskan bahwa PMI sama sekali tidak menjual darah kepada pasien yang membutuhkan. Istilah yang lebih tepat digunakan adalah service cost atau biaya pengganti pengolahan darah yang jumlahnya telah ditentukan secara resmi.
"banyak orang berpikir PMI itu jual darah, sebenarnya kita tidak jual darah, yang kita jual namanya service cost. Service cost itu biaya kantong, biaya pemeriksaan, kemudian biaya alat habis pakai, itu yang kita pakai, jatuhnya cuma hanya di Rp490.000 saja, sudah dengan darah yang sudah diolah," katanya menjelaskan.
PMI memastikan bahwa tidak ada pungutan biaya tambahan di luar angka Rp490.000 yang telah ditetapkan. Ibu Wiwi mengingatkan warga agar tidak mempercayai oknum-oknum yang mencoba melakukan penagihan secara personal. Segala bentuk komunikasi resmi mengenai administrasi hanya dilakukan melalui jalur yang telah disediakan oleh pihak PMI Kota Palangka Raya.
Melalui program ini, transparansi biaya dan ketersediaan stok darah diharapkan dapat dipahami dengan baik oleh publik. Edukasi ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan para pendonor serta mempermudah akses bagi warga yang membutuhkan bantuan darah di wilayah Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....