Sekolah dan Dinkes Kalteng Siap Tanggulangi Penularan TBC Anak

  • 12 Feb 2026 09:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) pada anak. Tingginya angka temuan kasus menjadi perhatian serius dan mendorong langkah deteksi dini melalui lingkungan sekolah.

Upaya tersebut dibahas secara mendalam dalam dialog “Kalteng Menyapa” di PRO 1 RRI Palangkaraya pada Kamis, 12 Februari 2025. Dialog menghadirkan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan pihak sekolah untuk membahas strategi pemeriksaan TBC di sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, dr.Riza Syahputra, MAP menyoroti risiko penularan kuman. Ia mengatakan bahwa kondisi fisik dan gizi anak sangat memengaruhi tingkat risiko penularan . "Anak dengan status gizi kurang bagus lebih rentan tertular kuman TB," ujarnya.

Data kesehatan menunjukkan bahwa angka kasus TB anak di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 tergolong signifikan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, terdapat 1.503 kasus TB anak yang teridentifikasi dan 761 diantaranya berhasil diobati.

"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota pada tahun 2025 ada 1503 kasus TB anak dan ada 761 TB anak yang berhasil diobati," ujarnya menambahkan. Capaian pengobatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam penanganan kasus.

Sementara itu, Koordinator Bagian UKS SMAN 1 Palangka Raya, Fenti Meisa Milawaty, berharap ada pemeriksaan rutin dari dinas terkait. Selain itu, diharapkan kerja sama dan keterbukaan orang tua murid dapat terjalin agar data menjadi akurat, kemudian tindak lanjut akan diupayakan oleh pihak sekolah.

"Dari sekolah berharap ada dari dinas melakukan cek yang sama dengan MCU sebelumnya dan harapan saya orang tua murid ada kerjasama dengan sekolah dan transparan saja supaya data akurat kemudian dari sekolah akan mengusahakan tindak lanjutnya," katanya.

Pihak SMAN 1 Palangka Raya berkomitmen untuk mengambil langkah cepat jika ditemukan adanya indikasi gejala TB pada peserta didik. Sekolah akan mengusahakan tindak lanjut yang diperlukan demi memastikan setiap siswa mendapatkan penanganan kesehatan yang tepat dan tuntas.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, diharapkan penanganan TB pada anak dapat berjalan lebih optimal. Pemeriksaan rutin dan edukasi berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk menekan angka kasus di Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....