Dengan Presisi Tinggi, Radioterapi Bantu Rusak Sel Kanker
- 07 Feb 2026 19:01 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Radioterapi merupakan teknologi medis dalam pengobatan kanker yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Teknologi ini bekerja dengan menembakkan radiasi terarah untuk melemahkan dan menghancurkan sel kanker di dalam tubuh.
Spesialis Onkologi Radiasi, Fajar Senoaji, mengatakan bahwa proses radioterapi menuntut kondisi pasien tetap diam. Hal ini dilakukan untuk membantu meningkatkan presisi saat radiasi diarahkan langsung ke sel kanker.
“Batas presisinya sampai 3mm, jadi pasien radiasi akan dibuat tidak bergerak. Karena kalau bergerak harusnya ditembaknya ke kanker malah kena organ sehatnya,” katanya, saat mengisi program Sore Ceria di Pro 2 RRI Palangka Raya, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menambahkan, teknologi radioterapi menggunakan radiasi dengan tingkat energi sangat tinggi. Radiasi ini dirancang untuk merusak DNA sel kanker agar tidak bisa berkembang.
“Dengan radiasi dosis tinggi tersebut kita bisa merusak DNA juga organ-organ pada sel kanker tersebut. Sehingga kalau DNA rusak, sel kanker tidak bisa mengatur aktivitasnya, tidak bisa mengatur metabolismenya,” katanya.
Penggunaan energi radiasi pada radioterapi jauh lebih besar dibandingkan pemeriksaan CT scan, yaitu hingga mega volt. Perbedaan energi ini memungkinkan radiasi bekerja lebih efektif dalam menghancurkan sel kanker secara terarah.
Dengan dukungan teknologi presisi tinggi, radioterapi menjadi salah satu pilar utama pengobatan kanker selain bedah dan kemoterapi. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan terapi sekaligus meminimalkan risiko pada jaringan sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....