Penyebab Sakit Sariawan yang Jarang Diketahui
- 06 Feb 2026 20:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sariawan kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun di balik keluhan perih dan rasa tidak nyaman di dalam mulut, terdapat sejumlah penyebab yang jarang diketahui masyarakat.
Tidak hanya karena tergigit atau kekurangan vitamin, sariawan bisa dipicu oleh berbagai faktor lain yang luput dari perhatian.
Salah satu penyebab yang jarang disadari adalah stres berlebihan. Tekanan pekerjaan, kurang istirahat, hingga masalah emosional dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu munculnya luka kecil di area mulut. Kondisi ini membuat jaringan lunak di dalam mulut menjadi lebih rentan mengalami peradangan.
Selain itu, penggunaan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) juga dapat memicu sariawan pada sebagian orang. Kandungan ini berfungsi menghasilkan busa, namun pada individu dengan sensitivitas tertentu, SLS bisa menyebabkan iritasi pada lapisan mukosa mulut sehingga memunculkan luka.
Faktor hormonal juga berperan dalam munculnya sariawan. Perubahan hormon, terutama pada perempuan saat menstruasi atau kehamilan, dapat memengaruhi kondisi jaringan mulut. Inilah sebabnya sebagian wanita lebih sering mengalami sariawan pada periode tertentu.
Tak banyak yang mengetahui bahwa gangguan sistem imun dan penyakit tertentu seperti penyakit celiac, radang usus, hingga lupus dapat ditandai dengan sariawan yang sering kambuh. Jika sariawan muncul berulang kali dalam waktu singkat dan sulit sembuh, kondisi ini patut diwaspadai sebagai gejala penyakit lain.
Reaksi alergi terhadap makanan tertentu seperti cokelat, kacang-kacangan, kopi, atau makanan terlalu asam juga bisa menjadi pemicu. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dan panas secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada dinding mulut yang berujung pada sariawan.
Untuk mencegah sariawan, masyarakat disarankan menjaga kebersihan mulut, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengelola stres dengan baik.
Jika sariawan tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu atau disertai gejala lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....