Batasi Makan Nugget pada Anak Sejak Dini

  • 09 Agt 2025 20:56 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Nugget memang menjadi salah satu makanan favorit anak-anak karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah.

Praktis dalam penyajian, makanan ini sering kali dijadikan pilihan utama oleh orang tua yang sibuk.

Namun, di balik kelezatannya, terlalu sering mengonsumsi nugget bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Nugget umumnya mengandung bahan pengawet, perasa buatan, serta kadar garam dan lemak yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, serta gangguan metabolisme pada anak.

Selain itu, kandungan gizinya pun tergolong rendah jika dibandingkan dengan makanan segar.

Pakar gizi anak menyarankan agar nugget hanya dijadikan sebagai makanan sesekali, bukan menu utama harian.

Anak-anak membutuhkan asupan gizi seimbang dari sumber alami seperti daging segar, sayur, buah, dan biji-bijian.

Terlalu sering mengonsumsi makanan olahan dapat mengganggu tumbuh kembang dan sistem kekebalan tubuh mereka.

Untuk orang tua yang tetap ingin memberikan nugget, ada baiknya membuat sendiri di rumah dengan bahan yang lebih sehat.

Nugget buatan sendiri memungkinkan pengontrolan kadar garam, penggunaan daging asli, serta tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Ini bisa menjadi solusi alternatif yang lebih aman.

Membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatannya.

Meski nugget praktis dan disukai anak-anak, penting bagi orang tua untuk tetap mengontrol porsinya.

Gizi seimbang tetap menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan anak yang optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....