Steroid, Diduga Menyebabkan Kematian Hulk Hogan

  • 29 Jul 2025 18:11 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Steroid sering menjadi sorotan, khususnya anabolic steroid yang banyak disalahgunakan untuk membentuk otot.

Namun sebenarnya ada dua jenis: corticosteroid dan anabolic steroid, yang masing-masing memiliki fungsi medis yang berbeda dan risiko kesehatan yang perlu dipahami.

Dikutip Health Views online, Corticosteroid, mirip hormon cortisol alami tubuh, digunakan untuk meredam peradangan dan mengobati kondisi seperti asma, lupus, dan arthritis. Sementara itu, anabolic steroid adalah hormon sintetis yang meniru testosteron dan digunakan medis untuk membantu pasien dengan kehilangan otot atau pubertas terlambat.

Dalam tubuh, hormon steroid berperan menjaga metabolisme, sistem imun, keseimbangan garam dan air, serta perkembangan seksual. Misalnya cortisol mengatur energi dan respons stres, sedangkan testosterone mendukung pertumbuhan otot dan karakteristik seksual sekunder.

Namun, penyalahgunaan steroid dapat mempercepat gangguan organ seperti hati, ginjal, jantung, serta menyebabkan gangguan psikologis seperti mood swings dan agresi tinggi atau yang dikenal sebagai ‘roid rage’

Salah satu figur publik yang dikenal konsisten mengakui penggunaan steroid adalah legenda gulat Hulk Hogan. Dalam persidangan federal 1994, ia menyatakan telah menggunakan steroid anabolik selama lebih dari 13 tahun, meski awalnya menyangkal tuduhan tersebut

Hulk Hogan meninggal dunia pada usia 71 tahun pada 24 Juli 2025 akibat serangan jantung mendadak. Sebelumnya, Hogan menjalani lebih dari 25 operasi besar akibat cedera kariernya dan penggunaan steroid yang panjang.

Praktisi medis menyoroti bahwa penggunaan steroid jangka panjang dan trauma fisik yang berulang meningkatkan risiko gagal jantung yang fatal bagi atlet berintensitas tinggi seperti Hogan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....