Catat, Ini Jadwal Imunisasi Lengkap Rekomendasi Kemenkes
- 23 Mar 2025 14:15 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Imunisasi dilakukan bila suatu saat terekspos dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Dikatakan oleh dr. Prima Yosephine, MKM, Direktur Imunisasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam Pertemuan Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2025 di Jakarta, Jumat (21/3/2024) lalu, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling cost-effective atau terjangkau dalam mencegah penyakit. Selain itu, imunisasi menyelamatkan 3,5 hingga 5 juta nyawa setiap tahun dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
"Jika anak-anak tidak segera mendapatkan imunisasi, maka risiko terjadinya KLB PD3I akan semakin besar," kata dr. Prima dilansir dari keterangan resmi Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.
Sebagai solusi, pemerintah meluncurkan inovasi Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) untuk meningkatkan cakupan imunisasi secara serentak di seluruh pos layanan imunisasi.
Data WHO tahun 2023 mencatat bahwa 14,5 juta anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi (zero dose), dengan Indonesia menempati posisi keenam tertinggi. Sebanyak 1.356.367 anak Indonesia tidak menerima imunisasi dasar pada periode 2019-2023.
Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya antara lain:
- 38% orang tua menolak imunisasi karena suntikan ganda, jadwal yang tidak sesuai (18%), dan kekhawatiran terhadap efek samping (12%) (Studi Nielsen – UNICEF Q3 2023).
- 47% anak tidak diimunisasi karena tidak diizinkan keluarga, 45% karena takut efek samping, 23% tidak mengetahui jadwal imunisasi, dan 22% menganggap imunisasi tidak penting (Survei Kesehatan Indonesia 2023).
- Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi.
- Penyebaran hoaks dan informasi yang keliru tentang imunisasi.
Berikut Jadwal imunisasi rutin sesuai rekomendasi:
- Usia < 24 jam: Hepatitis B (HB0)
- Usia < 1 bulan: BCG, OPV1
- Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib1, OPV2, PCV1, RV1
- Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib2, OPV3, PCV2, RV2
- Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib3, OPV4, IPV1, RV3
- Usia 9 bulan: Campak-Rubella, IPV2
- Usia 10 bulan: JE (hanya di daerah endemis)
- Usia 12 bulan: PCV3
- Usia 18 bulan: Campak-Rubella 2, DPT-HB-Hib 4
- Kelas 1: Campak-Rubella, DT
- Kelas 2: Td
- Kelas 5: Td, HPV (hanya untuk anak perempuan)
- Kelas 6: HPV (hanya untuk anak perempuan)
- WUS: Td (lengkap s.d. T5 setelah skrining)
- Remaja, Dewasa*, dan Lansia**: COVID-19 (*remaja dengan obesitas berat, **dewasa dengan komorbid)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....