Tanda dan Gejala Penderita Asam Urat Tinggi
- 23 Jan 2025 20:48 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya : Asam urat bisa menyerang siapa saja baik tua, muda, laki-laki, maupun perempuan. Terkadang gejalanya pun sering disepelekan karena gejalanya menyerupai badan pegal setelah seharian beraktivitas.
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Makanan yang mengandung zat purin tinggi antara lain makanan laut, daging binatang berkaki empat, serta makanan kaya protein dan lemak. Karena tumpukan zat purin di dalam tubuh dan ginjal tidak mampu mengeluarkannya di dalam tubuh. Sebaliknya asam urat normal akan dikeluarkan oleh ginjal.
Jika kadar asam urat melebihi batas tersebut, seseorang dapat dikatakan mengalami asam urat tinggi. Namun, tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan mengalami gejalanya.
Beberapa tanda dan gejala yang sering muncul pada penderita asam urat tinggi seperti :
1. Keterbatasan Gerak
Akibat nyeri dan pembengkakan, penderita asam urat tinggi sering mengalami keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Seperti asam urat yang menyerang ibu jari kaki maka penderita mungkin kesulitan berjalan atau memakai sepatu. Keterbatasan gerak ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
2. Tofi (Tophus)
Pada asam urat kronis, akan terbentuk benjolan keras di bawah kulit yang disebut tofi atau tophus. Ini merupakan kumpulan kristal asam urat yang menumpuk di jaringan lunak. Biasanya muncul di sekitar sendi, terutama di jari tangan dan kaki, siku atau telinga.
3. Pembengkakan dan Kemerahan
Selain nyeri, sendi yang terkena asam urat juga sering mengalami pembengkakan dan terlihat kemerahan. Area di sekitar sendi mungkin terasa hangat saat disentuh. Pembengkakan ini terjadi karena penumpukan kristal asam urat di dalam sendi yang memicu respons inflamasi dari sistem kekebalan tubuh.
4. Kelelahan
Rasa lelah yang tidak biasa juga bisa menjadi salah satu ciri asam urat tinggi. Kelelahan ini mungkin disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk nyeri yang mengganggu tidur, stres akibat rasa sakit dan respons tubuh terhadap inflamasi. ( sumber : liputan6.com )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....