Musik untuk Perkembangan Anak
- 06 Des 2024 15:40 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Musik adalah area yang sangat lekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Hampir setiap orang gemar mendengarkan musik sesuai dengan selera masing-masing, tak terkecuali anak-anak. Orang tua pun menggunakan musik untuk menghibur atau menenangkan anak.
Mengenalkan musik pada anak juga dapat memberikan sejumlah manfaat yang lebih besar dari sekadar menghibur. Bahkan, salah satu manfaat musik adalah untuk menyokong perkembangan otak anak. Musik dapat membantu menumbuhkan kecerdasan dan meningkatkan daya ingat anak. Saat mendengarkan musik, sel-sel otak anak akan lebih aktif bekerja. Memainkan alat musik dapat melatih kemampuan motorik dan sensitivitas telinga.
Anak-anak dapat mendengarkan dan mengucapkan kata atau kalimat yang mereka tangkap, sehingga kata atau kalimat tersebut akan lebih familiar bagi mereka. Musik dapat meningkatkan tingkat konsentrasi (fokus) sehingga membantu anak lebih mudah untuk berinteraksi dengan yang lain. Anak-anak yang dari kecil terbiasa mendengarkan musik terbukti kecerdasan emosionalnya akan lebih berkembang.
Kegiatan bermusik akan mampu mengembangkan karakter positif dalam diri si Kecil, seperti melatih kesabaran, ketekunan, dan pengendalian diri. Musik dapat menjadi sarana pembelajaran sehingga anak akan lebih mudah paham dan menerima ilmu yang diberikan oleh guru.
Pengaruh musik pada perkembangan anak usia dini datang dari sebuah penelitian yang menyebutkan adanya pengaruh positif dari musik pada keterampilan motorik secara spesifik, seperti kemampuan koordinasi mata-tangan dan gerakan berbeda secara terus-menerus.
Di sisi lain, bermain atau ‘menciptakan’ musik melalui gerakan, ketukan, dan tepukan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus maupun kasar. Lagu-lagu anak simple yang disenandungkan diiringi dengan bermain musik dapat meningkatkan kordinasi otak dan tubuh. Aktivitas musikal ini dapat membantu membangun koneksi di dalam otak pada periode pertumbuhan penting anak.
Melalui musik, anak-anak bisa belajar mengenai aspek sosial dan emosional. Pengaruh musik pada perkembangan anak usia dini inilah yang tidak boleh diabaikan. Aktivitas yang diiringi dengan musik menurut penelitian cukup efektif sebagai bentuk pembelajaran sosial dan emosional. Penelitian juga menyebutkan bahwa anak-anak sejak usia tiga tahun dapat mengenali emosi dalam musik dan dapat memahami perasaan senang atau sedih dari potongan musik sebatas 0,5 detik saja.
Musik adalah tempat yang paling aman untuk belajar. Walau ada satu nada yang salah dimainkan, musik masih bisa terdengar indah. Tidak seperti matematika atau bahasa yang lebih rumit.
Pada akhirnya, hal itu akan membuat anak tidak takut untuk mencoba serta berani mengambil risiko.
Adanya dorongan positif guru musik serta antusiasme orang tua saat anak belajar bermusik juga akan menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri. Apalagi ketika anak berhasil mencapai sesuatu.
Bermusik juga melatih anak tampil di depan banyak orang, sehingga ia bisa sekaligus belajar mengatasi rasa takut yang dimilikinya.
Oleh sebab itu, ajak Si Kecil mendengarkan musik yang tepat sesuai usianya sekaligus ajarkan dia bermain musik dan mengembangkan kreativitasnya. Pengembangan minat dan bakat akan musik akan membuatnya menjadi seorang unstoppable learner yang mau terus belajar mengeksplorasi hal baru yang membantu tumbuh kembangnya.
Aspek-aspek memang tersebut terpengaruh oleh kehadiran musik, namun yang tidak kalah penting adalah terpenuhinya nutrisi harian. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tubuh Si Kecil akan lebih cepat menyerap hal-hal yang mendukung pertumbuhannya sehingga segala aktivitas yang dilakukannya dapat lebih maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....