Kegunaan Inverter Alat Perubah Arus Searah Arus Bolak-balik

  • 10 Agt 2024 20:19 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya : Inverter adalah suatu perangkat elektronika yang mengubah arus listrik searah (DC) ke arus listrik bolak-balik (AC) pada tegangan dan frekuensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan. Arus listrik searah atau arus DC yang merupakan input bisa berupa baterai, aki maupun sel surya (Solar Cell). Alat ini akan sangat berguna digunakan di daerah yang memiliki keterbatasan pasokan arus listrik. Dengan menggunakan aki atau sel surya dapat menghidupkan peralatan rumah tangga seperti televisi, kipas angin, komputer atau bahkan kulkas dan mesin cuci yang pada umumnya memerlukan sumber listrik AC yang bertegangan 220V.

Bentuk-bentuk gelombang yang dapat dihasilkan oleh inverter diantaranya adalah gelombang persegi (square wave), gelombang sinus (sine wave). Pada saat ini bentuk-bentuk gelombang yang paling banyak digunakan adalah bentuk gelombang sinus dan gelombang sinus yang dimodifikasi sedangkan frekuensi arus listrik yang dihasilkan pada umumnya adalah sekitar 50 Hz atau 60 Hz dengan tegangan output sekitar 120V atau 240V. Output daya listrik yang paling umum ditemui adalah sekitar 150 watt hingga 3000 watt.

Prinsip kerjanya dengan mengubah arus listrik DC ke arus listrik AC ini terdiri dari rangkaian osilator, rangkaian saklar dan sebuah transformator (trafo). Sumber input berupa arus listrik DC dengan tegangan rendah biasanya 12V dan output yang berupa tegangan yang lebih tinggi antara 120V hingga 240V tergantung pada jumlah lilitan pada kumparan sekunder transformator atau rasio lilitan antara primer dan sekunder.

Kelemahan paling umum yang mungkin dihadapi adalah baterai terhenti mengisi daya, biasanya baterai mati dan mungkin ada masalah lain yaitu penyearah yang terbakar, terminal yang berkarat, bahan aktif yang menyatu atau bahkan gangguan listrik pada mainboard yang menjadi penyebab baterai inverter tidak dapat mengisi.

Inverter dan baterai memiliki kapasitas, jika terlampaui dapat menyebabkan sistem inverter terbakar atau listrik padam, juga umur peralatan elektronik yang digunakan menurun. Untuk itu perlu memahami kebutuhan beban dan harus mengingat dua hal ini yakni kebutuhan daya dan rating volt ampere (VA).

Ketika alat ini bekerja mengubah daya DC menjadi AC maka akan mengambil listrik dari baterai. Konsumsi daya sebanding dengan beban atau jumlah daya yang digunakan oleh perangkat yang terhubung. Jika terus digunakan ke peralatan dengan kebutuhan daya tinggi maka akan lebih banyak arus dari baterai sehingga menyebabkan daya baterai lebih cepat terkuras.

Untuk pemeliharaan baterai lakukan secara teratur agar kinerjanya optimal dengan memastikan baterai tetap terisi, memeriksa tanda-tanda keausan atau korosi dan mengganti baterai lama atau rusak untuk mendapatkan pasokan listrik dapat bekerja dengan normal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....