Waspadai Risiko Peretasan di Era Digital
- 07 Okt 2026 06:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut diiringi meningkatnya risiko kejahatan siber. Salah satunya peretasan akun dan sistem digital yang dapat menyebabkan kebocoran data serta kerugian bagi masyarakat.
Peretasan dapat menyasar berbagai platform digital, mulai dari akun media sosial, surat elektronik, hingga sistem informasi milik lembaga dan perusahaan. Pelaku biasanya memanfaatkan kelemahan sistem keamanan maupun kelengahan pengguna untuk mendapatkan akses secara ilegal.
Founder Naraicoder, Quratul Ain, mengatakan sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku di antaranya phishing melalui tautan palsu yang meminta kode OTP, aplikasi atau file mencurigakan, social engineering, serta penggunaan kata sandi yang mudah ditebak dan digunakan berulang kali. Menurutnya, tanda akun diretas dapat diketahui ketika pengguna tiba-tiba tidak dapat login, kehilangan akses, atau menerima notifikasi adanya perangkat tidak dikenal yang mengakses akun.
"Modus-modusnya beragam misalnya phishing ketika kita menerima pesan atau chat yang terdapat link palsu mengatasnamakan instansi, bank atau toko online, dan sebagainy. Lalu diminta login atau memasukkan kode OTP. Perlu diingat juga bahwa kode OTP ini sangat dilarang untuk diberikan kepada orang lain karena seperti kunci rumah kita, jangan diberikan kepada siapa pun," ujarnya, Senin, 5 Oktober 2026.
Sementara itu, Influencer Kota Palangka Raya, Bobitya Putra Wijaya, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kata sandi berbeda dan sulit ditebak pada setiap akun. Pengguna juga disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor, tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta segera mengganti kata sandi melalui perangkat yang dipastikan aman jika terdapat indikasi percobaan peretasan.
"Saya kira lebih hati-hati aja, jangan pernah ngasih kode OTP atau informasi login kepada siapa pun. Kita harus mengetahui mana yang aman dan mana yang mencurigakan. Kalau misalkan ada percobaan peretasan kayak misalnya ada notif berbunyi akun Anda ada yang login, aku biasanya ganti password secepatnya dan mengecek perangkat yang masih login di akun saya kalau ada aktivitas yang tidak dikenal," katanya.
Quratul Ain menekankan pentingnya literasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber. Masyarakat juga diimbau rutin memperbarui aplikasi, menghindari pemasangan aplikasi dari sumber tidak terpercaya, serta tetap tenang dan waspada saat menerima informasi, tautan, maupun file yang mencurigakan. (Selli Tifani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....